SUMENEP – Pagi itu, suara adukan semen dan susunan batu bata terdengar bersahutan di Dusun Candi, Desa Tambaagung Ares, Kecamatan Ambunten. Di lokasi tersebut, harapan baru sedang dibangun untuk Junaedi, warga yang selama ini tinggal di rumah yang kondisinya jauh dari kata layak.
Di tengah proses pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), Selasa (2/6/2026), Babinsa Koramil 0827/10 Ambunten Serda Ahmad Yulianto tampak ikut bekerja bersama warga. Ia membantu pemasangan batu bata untuk dinding rumah sekaligus pemasangan kusen pintu dan jendela yang menjadi bagian penting dalam pembangunan hunian tersebut.
Bagi Serda Ahmad Yulianto, membantu warga membangun rumah bukan sekadar rutinitas pendampingan program. Ada nilai kemanusiaan yang ingin diwujudkan melalui setiap tenaga yang dikeluarkan.
“Kalau rumah warga sudah mulai berdiri, itu artinya ada harapan yang ikut tumbuh. Kami ingin memastikan masyarakat yang membutuhkan bisa merasakan tempat tinggal yang aman dan nyaman untuk keluarganya,” kata Serda Ahmad Yulianto.
Perubahan rumah itu menjadi kebahagiaan tersendiri bagi Junaedi. Selama bertahun-tahun ia hidup dengan kondisi rumah yang memprihatinkan dan kerap membuat keluarganya waswas saat cuaca buruk melanda.
“Saya tidak menyangka bisa melihat rumah ini dibangun seperti sekarang. Setiap bata yang terpasang seperti membawa semangat baru bagi keluarga kami. Terima kasih kepada Pak Babinsa dan semua warga yang sudah membantu,” ujar Junaedi.
Kehadiran Babinsa di lokasi pembangunan tidak hanya mempercepat pekerjaan, tetapi juga memperkuat semangat gotong royong masyarakat. Dari susunan bata yang mulai membentuk dinding kokoh itu, lahir sebuah harapan baru bahwa rumah yang layak dapat menjadi awal kehidupan yang lebih baik bagi keluarga Junaedi.






