SUMENEP – Keluhan warga Desa Ambunten Tengah, Kecamatan Ambunten, Kabupaten Sumenep, terkait kondisi jalan yang sempit dan licin akhirnya terjawab. Akses menuju lokasi pembangunan Jembatan Garuda Merah Putih kini telah selesai dicor dan rampung 100 persen.
Pengecoran jalan tersebut dikerjakan secara gotong royong oleh personel Koramil 0827/10 Ambunten bersama masyarakat selama kurang lebih dua hari. Hasilnya, jalur yang sebelumnya sulit dilalui kini berubah menjadi akses yang lebih aman dan nyaman bagi warga.
Keberadaan jalan cor itu dinilai penting karena menjadi jalur penunjang menuju jembatan yang tengah dibangun. Selain memudahkan aktivitas harian masyarakat, akses yang lebih baik juga diharapkan mendukung kelancaran mobilitas warga dan distribusi hasil pertanian.
Bati Tuud Koramil 0827/10 Ambunten, Serma Hairudin, mengatakan pembangunan jalan tersebut merupakan bentuk kepedulian bersama untuk menghadirkan fasilitas yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Alhamdulillah jalan menuju jembatan gantung sudah selesai 100 persen. Kami berharap akses warga menjadi lebih mudah, aman, dan nyaman, baik untuk aktivitas sehari-hari,” kata Serma Hairudin, Minggu (7/6/2026).
Menurut dia, pembangunan infrastruktur tidak hanya berhenti pada proses pengerjaan, tetapi juga membutuhkan peran masyarakat dalam menjaga dan merawat hasil pembangunan tersebut.
“Kami berharap masyarakat dapat bersama-sama menjaga dan merawat jalan yang sudah dibangun ini agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang,” ujarnya.
Sementara itu, tokoh masyarakat setempat, H. Saidi, mengungkapkan bahwa kondisi jalan sebelum dicor sering menjadi hambatan bagi warga. Selain sempit, permukaan jalan yang licin membuat masyarakat harus ekstra hati-hati saat melintas.
“Sebelumnya jalan ini terlalu sempit dan licin. Warga sering kesulitan saat lewat, bahkan ada yang terjatuh. Sekarang setelah dicor, masyarakat sangat senang karena akses menuju Ambunten Timur menjadi jauh lebih mudah,” ungkapnya.
Ia juga mengapresiasi semangat kebersamaan yang terbangun selama proses pengerjaan berlangsung. Menurutnya, keterlibatan TNI dan masyarakat dalam satu pekerjaan yang sama menjadi contoh nyata kuatnya budaya gotong royong di desa.
“Kami sangat senang bisa bergotong royong bersama TNI. Semua warga bersemangat. Kami bersyukur dan berterima kasih karena jalan di desa kami sekarang sudah jauh lebih baik,”
Lanjut Saidi, “Harapan kami depan, jalan ini bisa diperlebar sehingga kendaraan roda empat dapat melintas dan akses antarwilayah semakin terbuka,” tutur H. Saidi.
Rampungnya pengecoran jalan tersebut menjadi salah satu upaya memperkuat akses pendukung pembangunan Jembatan Garuda Merah Putih yang diharapkan memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat Ambunten dan sekitarnya.






