SUMENEP – Pagi itu, suara palu dan gesekan kayu memecah keheningan di Dusun Tajjan, Desa Slopeng, Kecamatan Dasuk, Minggu (5/7/2026). Bukan sekadar memasang daun pintu dan jendela, tetapi menutup lembaran kehidupan lama menuju rumah yang lebih layak dihuni.
Di antara para pekerja, tampak Babinsa Koramil 0827/12 Dasuk, Serka M. Umar, ikut mengangkat, mengukur, hingga memasang kusen dan daun pintu rumah milik Sumining.
Baginya, pekerjaan itu bukan sekadar tugas pendampingan, melainkan bentuk kepedulian kepada warga yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan di desa binaannya.
Tahap pemasangan pintu dan jendela menjadi penanda bahwa proses renovasi Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) mulai memasuki penyelesaian. Sedikit demi sedikit, rumah yang sebelumnya rapuh kini berubah menjadi tempat tinggal yang lebih aman dan memberi rasa tenang bagi penghuninya.
Serka M. Umar mengatakan, seorang Babinsa harus hadir bukan hanya ketika masyarakat menghadapi persoalan keamanan, tetapi juga saat mereka membutuhkan uluran tangan.
“Bagi kami, rumah bukan hanya bangunan. Di dalamnya ada keluarga, ada harapan, dan ada masa depan. Kalau hari ini kami membantu memasang pintu dan jendela, yang sebenarnya sedang kami bangun adalah rasa peduli dan kebersamaan agar warga tidak merasa berjuang sendirian,” kata Serka M. Umar
Di sudut rumahnya, Sumining memperhatikan setiap bagian yang mulai terpasang. Raut wajahnya menyiratkan rasa syukur melihat perubahan yang perlahan terjadi.
“Saya tidak pernah membayangkan rumah ini bisa berubah seperti sekarang. Bantuan dan perhatian dari Babinsa membuat saya merasa tidak sendiri. Setiap pintu dan jendela yang terpasang seperti membawa harapan baru untuk keluarga kami,” ungkap Sumining dengan mata berkaca-kaca.
Kehadiran Babinsa dalam proses renovasi itu menjadi gambaran bahwa pengabdian TNI tidak selalu diwujudkan melalui tugas kemiliteran. Di desa-desa, pengabdian juga hadir lewat tenaga, kebersamaan, dan kepedulian yang dirasakan langsung oleh masyarakat.






