Danramil Masalembu Hadiri Petik Laut, Ajak Nelayan Jaga Kelestarian Laut

SUMENEP – Ratusan nelayan dan tokoh masyarakat mengikuti tradisi Petik Laut yang digelar Kelompok Nelayan Masalembu di Desa Sukajeruk, Kecamatan Masalembu, Kabupaten Sumenep, Selasa (23/6/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Mari Bersama-sama Menjaga Laut Karena Laut Adalah Sumber Penghidupan” itu menjadi momentum mempererat kebersamaan sekaligus meneguhkan komitmen menjaga kelestarian laut sebagai sumber kehidupan masyarakat kepulauan.

Bacaan Lainnya

Acara berlangsung sejak pukul 07.00 WIB dan dihadiri sekitar 100 peserta dari berbagai unsur, di antaranya Kapolsek Masalembu Ipda Asnan, Danramil 0827/22 Masalembu Letda Inf Yohanes Gapo, perwakilan KPLP, Dinas Perhubungan, tokoh agama, tokoh pemuda, serta para nelayan setempat.

Tradisi petik laut diawali dengan pembukaan, sambutan panitia, pembacaan Surat Yasin, tausiah, doa bersama, hingga penutupan. Suasana berlangsung khidmat dan penuh rasa syukur atas hasil laut yang selama ini menjadi penopang ekonomi masyarakat Masalembu.

Danramil 0827/22 Masalembu Letda Inf Yohanes Gapo mengatakan, kegiatan petik laut bukan sekadar tradisi turun-temurun, tetapi juga menjadi sarana memperkuat kesadaran masyarakat untuk menjaga ekosistem laut.

“Laut adalah anugerah yang harus kita syukuri bersama. Melalui kegiatan ini, kami mengajak seluruh masyarakat, khususnya nelayan, untuk terus menjaga kebersihan dan kelestarian laut agar manfaatnya dapat dirasakan hingga generasi mendatang,” ujar Yohanes.

Menurutnya, keberlanjutan sumber daya laut sangat bergantung pada perilaku masyarakat dalam memanfaatkannya secara bijak. Karena itu, tradisi yang sarat nilai budaya dan spiritual seperti petik laut perlu terus dilestarikan.

“Petik laut mengajarkan kita tentang rasa syukur, kebersamaan, dan tanggung jawab. Jika laut dijaga dengan baik, maka kesejahteraan masyarakat pesisir juga akan terus terjaga,” tambahnya.

Tradisi petik laut hingga kini masih menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat pesisir Masalembu. Selain memperkuat nilai religius dan budaya lokal, kegiatan tersebut juga menjadi pengingat bahwa laut bukan hanya sumber ekonomi, tetapi warisan yang harus dijaga bersama demi masa depan masyarakat kepulauan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan