SUMENEP – Upaya memperkuat ketahanan pangan nasional terus dilakukan hingga tingkat desa. Di tengah musim kemarau, Babinsa Koramil 0827/10 Ambunten, Kodim 0827/Sumenep, Koptu Suliyono turun langsung membantu petani memanen padi di lahan seluas 0,5 hektar di Desa Ambunten Timur, Kecamatan Ambunten, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Jumat (19/6/2026).
Panen yang dilakukan secara manual tersebut menghasilkan sekitar 2,5 ton gabah. Capaian itu menjadi kabar positif bagi petani setempat karena mampu mempertahankan produktivitas lahan meski menghadapi keterbatasan pasokan air akibat musim kemarau.
Koptu Suliyono mengatakan keberhasilan panen tidak lepas dari upaya petani memanfaatkan irigasi pompa untuk mengalirkan air dari sungai ke areal persawahan. Langkah itu dinilai efektif menjaga kebutuhan air tanaman hingga masa panen.
“Meski saat ini musim kemarau, hasil panen masih cukup memuaskan. Petani berupaya menjaga pasokan air dengan memanfaatkan pompa irigasi dari sungai sehingga tanaman padi tetap tumbuh dengan baik sampai panen,” kata Koptu Suliyono.
Menurut dia, keterlibatan Babinsa dalam sektor pertanian merupakan bentuk komitmen TNI AD untuk mendukung program swasembada pangan yang menjadi salah satu prioritas nasional.
“Kami ingin memastikan petani tidak berjalan sendiri. Babinsa akan selalu hadir mendampingi mulai dari pengolahan lahan, masa tanam, perawatan hingga panen. Semangat petani harus terus dijaga karena mereka adalah garda terdepan ketahanan pangan bangsa,” ujarnya.
Koptu Suliyono juga mengajak masyarakat untuk terus mengoptimalkan lahan pertanian dan tidak ragu berkoordinasi dengan Babinsa apabila membutuhkan pendampingan.
Sementara itu, petani setempat, Ali Hudaifi, mengaku kehadiran Babinsa memberikan dampak positif bagi aktivitas pertanian di desanya. Menurutnya, pendampingan yang dilakukan tidak hanya membantu pekerjaan di lapangan, tetapi juga meningkatkan motivasi petani.
“Babinsa selalu hadir bersama kami di sawah, mulai dari tanam hingga panen. Kehadirannya sangat membantu dan membuat petani semakin bersemangat untuk terus menanam padi,” ujar Ali.
Sinergi antara Babinsa dan petani di Desa Ambunten Timur menjadi gambaran nyata kolaborasi di lapangan dalam menjaga produksi pangan nasional. Di tengah tantangan musim kemarau, semangat gotong royong tersebut menjadi modal penting untuk mewujudkan ketahanan pangan yang kuat dan berkelanjutan.






