12 Tahun Terlepas, Pengelolaan Asta Tinggi Kembali Pada YPS

Sumenep – Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, lakukan eksekusi pada sengketa Asta Tinggi. PN Sumenep mendapat mandat untuk melanjutkan Surat Putusan dari Pengadilan Tinggi Surabaya yang menyatakan areal Asta Tinggi Sumenep sebagai salah satu aset Yayasan Panembahan Sumala (YPS). Kamis 18/07.

Dalam surat putusan tersebut juga dijelaskan areal Asta Tinggi Sumenep merupakan komplek kuburan dari para Raja Sumenep dan para ulama keturunan Raja Sumenep dengan segenap keturunannya, “Areal Asta Tinggi merupakan salah satu cagar budaya Sumenep, yang kerap didatangi oleh para wisatawan religi,” ujar Supriyadi, Panitera Pengadilan Negri Sumenep.

Kembali diingatkan oleh Supriyadi, dalam sengketa perebutan pengelolaan Asta Tinggi Sumenep, YPS bertindak sebagai pemohon dan Yayasan Penjaga Asta Tinggi (Yapasti) merupakan termohon.

Sejak Mei 2014, mengacu pada Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya Pasal 17 ayat (1) Jo Bab IV Pemilikan Dan Penguasaan, Pasal 12 ayat (3), maka kepemilikan cagar budaya “Asta Tinggi” dari Pemerintah beralih kepada Yapasti

“Dan hari ini, sesuai dengan putusan Pengadilan Tinggi Surabaya, akan lakukan eksekusi terhadap Areal Asta Tinggi dan menyerahkan ke pengelolaan Asta Tinggi kepada YPS,” terangnya.

Terpantau media ini, proses pelaksanaan eksekusi dijaga ketat oleh banyak pihak. Dengan rincian Polres Sumenep : 1 SSK, Kodim 0827 Sumenep : 25 orang, Polisi Militer Sumenep : 3 orang, dan Sat Pol PP : 20 orang.

Mengakhiri kegiatan eksekusi, sejumlah pihak lakukan penandatanganan surat pelaksanaan eksekusi oleh juru sita dan para saksi, diantaranya adalah Kapten Inf Sarkun Danramil 0827 / 01 Kota, AKP Widiarti Kapolsek Sumenep Kota, Heru Santoso, S.STP. MH. Camat Kota Sumenep, R. Mohammad Noes, S.Sos Pj. Kades Kebonagung, dan yang terRB. Moh. Amin Ketua YPS. (riel/melza)