Telah Normatif Sesuai Prosedur, PT Tanjung Odin Sumenep Santai Menyikapi Tuntutan FKMS

Sumenep, Jatim| suaranasionalnews.co.id Pihak manajemen PT. Tanjung Odi menyatakan tetap santai dan merasa tidak ada hal yang perlu dikhawatirkan atas adanya aksi Unras Front Keluarga Mahasiswa Sumenep (FKMS) ke Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sumenep kemarin.

Semua tuntutan yang disebutkan oleh pihak FKMS pada Disnakertrans Sumenep, tentang adanya kelalaian dari PT. Tanjung Odi yang diduga tidak memperhatikan kondisi kesehatan karyawan sangatlah tidak tepat. Hal yang tidak berdasar sama sekali, tampa menyertakan data maupun bukti pendukung yang valid.

“Secara normatif kita telah melaksanakan sesuai prosedur. PT. Tanjung Odi telah mematuhi semua undang-undang tentang ketenagakerjaan, kesehatan maupun yang lainnya,” ujar Deddy Ariyadi, Kepala Bidang Personalia PT. Tanjung Odi Sumenep.

Deddy menegaskan, sejak awal berdirinya PT Tanjung Odi, tepatnya di tahun 2012 silam, telah melengkapi semua peraturan atau ketentuan dari pemerintah. Baik tentang kesehatan maupun keselamatan kerja para karyawannya yang telah mencapai kisaran 2000 orang.

“Sejak awal berdiri di Sumenep, kita terus mengikuti prosedural yang berlaku. Semua karyawan yang berjumlah kisaran 2000 orang juga telah didaftarkan pada berbagai asuransi, dari kesehatan, ketenagakerjaan bahkan untuk dana pensiun pun telah terakomodir oleh PT. Tanjung Odi,” ungkapnya.

Menurutnya lagi, ada fasilitas dari perusahaan yang khusus menangani kesehatan para karyawan, telah ada pos P3K yang telah lengkap dengan obat-obatan, perawat maupun dokternya, serta ruang laktasi bagi para karyawan yang akan menyusui bayinya.

“Jauh hari kita telah menyiapkan Pos P3K lengkap dengan obat, perawat bahkan dokter perusahaan pun selalu siap jika dibutuhkan. Dan semuanya kami berikan secara cuma-cuma, memang sengaja diperuntukkan bagi para karyawan PT.Tanjung Odi,” imbuhnya.

Deddy juga menuturkan, pihaknya hari ini telah mendapatkan surat panggilan dari Disnakertrans Sumenep. Sesuai jadwal Selasa tertanggal 21 Januari 2020 akan dilaksanakan audiensi di Kantor Disnakertrans terkait tuntutan FKMS.

“Saya rasa FKMS memiliki hak untuk menyampaikan aspirasinya. Namun kami sedikit bingung atas tuntutan yang mereka suarakan. Dari para karyawan selama ini tidak ada keluhan sama sekali, begitu pula dari lingkungan sekitar,” pungkas Deddy Ariyadi. (And)