Kabid Pora Tegaskan Siap ‘Bantu’ Jika Tak Mampu Bangkitkan Program Pemberdayaan Pemuda (PIWS)

Sumenep – Setelah sempat viral, kerap diberitakan pada sejumlah media online, terkait statement Drs. Fajar Rahman M. Si, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Sumenep, Jawa Timur yang menyatakan Pusat Inkubator Wirausaha Muda Sumenep (PIWS) STKIP PGRI tidak memiliki legalitas yang kuat, sontak menuai respon dari berbagai pihak.

Seperti yang diungkap Fajar pada salah satu media, yang telah diposting hari Rabu 16/10 kemaren, “Informasi sementara yang kita dapatkan, pihak ketiga yang melaksanakan Program WMS belum memiliki cantolan hukum yang kuat, jadi kami tidak berani melaksanakan program itu, dan kami pihak Diskop tidak berani untuk mencairkan dana WMS yang sudah di anggarkan sebelum memiliki mitra kerja yang legalitasnya jelas.”

Salah satu pihak yang merasa prihatin dan terpanggil untuk memperjuangkan program yang notabene sebagai pemberdayaan pemuda adalah H. Moh. Iksan, Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga, Disparbudpora Sumenep, Jawa Timur. Ia sangat menyayangkan jika sampai program PIWS nantinya benar-benar terhentikan.

Menurut Iksan, keberadaan PIWS telah memberikan kontribusi yang cukup berarti terhadap Kabupaten Sumenep. “Menurut saya program tersebut sudah membawa efek positif pada Kabupaten Sumenep,” pungkasnya.

“Dalam PIWS, para pemuda dilatih untuk memiliki mental, karakter berwirausaha. Hal yang wajib kita suport bersama, harusnya kita bangga dengan semangat para pemuda Sumenep, kalau bukan kita sendiri yang mendukung, terus siapa yang akan memberikan kesempatan pada pemuda Sumenep untuk berkiprah,” ungkap Ikhsan.

Ia juga kembali mengingatkan, berkat peran aktif dari wirausaha muda, di tahun 2018, Kabupaten Sumenep berhasil menyabet penghargaan dari Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dan ditetapkan sebagai Kota Layak Pemuda dengan Kategori Utama.

“Asumsi yang menyatakan wirausaha muda merupakan program gagal dan harus dihilangkan, tidak relevan dengan faktanya. Wirausaha muda berperan aktif pada perolehan prestasi Kabupaten Sumenep, suatu prestasi yang bertaraf Nasional,” tegasnya.

Keberadaan PIWS juga telah mampu beri manfaat pada masyarakat ataupun OPD. Sekiranya ada dinas yang membutuhkan batik, sekarang sudah ada di PIWS, butuh catering juga ada, butuh kaos di PIWS juga siap melayani.

“Oleh sebab itu, kita menghimbau kepada OPD terkait agar terus menjalankan program tersebut sesuai dengan tupoksinya serta jangan lagi menyatakan bahwa program tersebut gagal atau tidak ada gunanya,” pungkasnya

Menitikberatkan pada pemberdayaan pemuda di Kabupaten Sumenep, Iksan yang juga berkecimpung di bidang pemuda terpanggil untuk memperjuangkan PIWS. Bahkan dengan tegas, pihaknya sangat siap untuk ‘membantu’ jika sekiranya OPD yg ditunjuk sebagai leading sector PIWS tidak sanggup lagi memberdayakan para pemuda di Kab. Sumenep.

“Kita mengacu pada Perda Nomor 5 Tahun 2019 tentang Kepemudaan. Kalau Dinas Koperasi tidak berkenan, langsung limpahkan kepada Bidang Pemuda dan Olahraga. Sesuai Perda tersebut, kami memiliki tugas dan tanggung jawab untuk memberdayakan, mengembangkan potensi Pemuda Sumenep,” tandas Iksan. (And/Zai)