Kades Tambaksari, Belum Ada Perombakan Apapun Pada Perangkat Desanya

Sumenep, Jatim| suaranasionalnews.co.id Kepala Desa Tambaksari, Sujibno mengaku sempat kaget dengan adanya pemberitaan yang beredar dimasyarakat luas, yang menyebutkan bahwa dirinya telah memberhentikan semua perangkat desa yang ada di Desa Tambaksari, Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.

Kepada media ini Sujibno menjelaskan, pihaknya sama sekali tidak mengeluarkan keputusan apapun terkait pemberhentian perangkat desa. “Saya tidak pernah memberhentikan para perangkat Desa Tambaksari, malah mereka sendiri yang tidak pernah masuk, ataupun hadir saat dilakukan musyawarah terkait permasalahan yang ada di desa,” pungkas nya.

Sujibno juga menerangkan, sehari setelah pelaksanaan pelantikan kepala desa, dirinya menggelar musyawarah dan mengundang semua perangkat desa yang ada di Tambaksari, namun semua perangkat yang notabene ‘orang dari Kades lama’ diakuinya tidak hadir.

“Saya sudah mengundang para perangkat desa untuk melakukan musyawarah, membahas tentang rencana kedepannya gimana. Namun mereka semua tidak hadir tanpa memberikan penjelasan sama sekali,” ujarnya.

Khawatir roda pemerintahan di Desa Tambaksari tidak berjalan, Sujibno berinisiatif untuk merangkul sejumlah masyarakat setempat guna membantunya dalam mengurus pencatatan administrasi di desa.

“Berhubung tidak ada perangkat desa yang datang, terpaksa saya minta tolong pada masyarakat untuk membantu mengurusi administrasi desa,” tambahnya.

Ditanya tentang mengapa balai desa tidak difungsikan, Kades Tambaksari memiliki alasan tersendiri, menurutnya bangunan balai desa tersebut saat ini tengah berdiri di bidang tanah yang statusnya milik perorangan, bukan aset milik desa. Hingga dikhawatirkan nantinya akan muncul permasalahan baru tentang balai desa. Dan alternatif untuk saat ini, Sujibno menggunakan rumah pribadinya sebagai balai desa sementara.

“Saya sengaja tidak mempergunakan Balai Desa yang lama, khawatir akan dimunculkan masalah baru tentang status tanah balai desa Tambaksari. Pasalnya saat ini status tanah dari balai desa tersebut masih milik perorangan dan belum ada kepastian hukum untuk dihibahkan pada desa,” tandasnya.

Ditegaskannya pula, dalam waktu dekat ia akan melakukan musyawarah kembali, guna menyelesaikan permasalahan yang ada di tubuh internal Aparatur Desa Tambaksari.

“Selekasnya saya akan menggelar musyawarah, khusus menyelesaikan permasalahan tentang perangkat desa. Secara pribadi saya tidak menginginkan adanya masalah, mari bersama-sama membangun dan memajukan Desa Tambaksari,” ujar nya.

Media ini juga sempat berkomunikasi dengan sejumlah masyarakat yang membantu Kades Tambaksari dalam mencatat kegiatan administratif desa, dan menariknya mereka mengungkapkan bahwa, tidak ada satupun berkas, arsip ataupun dokumentasi milik desa yang dipegang oleh kepala desa terlantik.

“Selama saya membantu Pak Kades, tidak dijumpai adanya berkas, arsip ataupun catatan yang dilimpahkan dari pemerintahan desa yang lama pada Kades Sujibno. Bahkan sampai saat ini kita belum bisa mengetahui secara pasti tentang aset desa ataupun berkas program pembangunan desa yang telah dilaksanakan kepala desa lama,” tuturnya. (And)