Azis Salim Syabibi Bersama Koalisi Bulatkan Tekad Maju di Pilkada Sumenep 2020

Sumenep, Jatim| suaranasionalnews.co.id Dengan modal keyakinan, mentalitas kuat, dan niat tujuan positif akhirnya Abdul Azis Salim Syabibi ST., mantapkan diri untuk maju sebagai Bakal Calon Bupati (Bacabup) Kabupaten Sumenep periode 2020-2025.

Hal tersebut di ungkapkan langsung oleh Azis pada media ini, dirinya positif akan maju melalui jalur perseorangan atau independen dengan nama ‘Koalisi Rakyat’. Kamis 09/01/2020.

“Dengan keyakinan, mentalitas niat positif membangun Kabupaten Sumenep, saya akan maju sebagai Bacabup Sumenep lewat jalur independen, doakan lancar dan sukses,” pungkasnya.

Azis juga menerangkan, sekalipun niat melalui jalur Independen, dirinya mengaku menjalin komunikasi intens dengan sejumlah partai besar yang ada di Kabupaten Sumenep, yakni Partai Kebangkitan Bangsa dan Gerindra. Hal tersebut untuk mempererat hubungan yang telah terbina selama ini serta membuka peluang akan adanya kerjasama politik di kemudian hari.

“Saya juga telah jalin komunikasi politik dengan beberapa partai, diantaranya PKB dan Gerindra,” pungkasnya.

Menurutnya lagi, jumlah penduduk di Kabupaten Sumenep mencapai kisaran 1.100.000 jiwa dan daftar pemilih tetap sekitar 850.000 jiwa. Sehingga untuk dukungan 10 persen dari KTP perseorangan adalah sebanyak 85.000 jiwa. Dan bersama Koalisi Rakyat dirinya akan bergerak mencari dukungan rakyat yang dibuktikan dengan KTP.

“Saya bersama Tim Koalisi Rakyat sedang fokus mengumpulkan dukungan masyarakat. Bentuk dukungan tersebut harus dibuktikan dengan memegang KTP sebanyak 200.000 lembar,” ungkapnya.

Azis juga akan mengembangkan Koalisi Rakyat dan mengajak semua elemen masyarakat, baik Kiai, Aktivis, Akademisi, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan organisasi kemasyarakatan untuk bersama- sama membangun Kabupaten Sumenep.

Hal ini dalam rangka mengawal dan melakukan gerakan perubahan menuju Sumenep Bangkit agar keluar dari ketertinggalan.

“Dengan jalur independen jalur aspirasi akan lebih mudah bergerak, lepas dari sekat-sekat kepentingan pragmatis. Lewat Koalisi Rakyat Sumenep, aspirasi akan kita terima untuk dijadikan dasar dalam mengambil kebijakan membangun Sumenep kedepannya,” terang Bang Azis.

Sementara itu Syafrudin Budiman SIP, Ketua Konvensi Rakyat Sumenep (KRS) yang merupakan wadah menjaring pemimpin Sumenep menyambut gembira, semakin banyaknya calon independen atau lewat parpol. Sebab kata pria yang biasa disapa Syafrudin ini, semakin banyak calon semakin terjaring pemimpin yang berkualitas.

“Abdul Azis Syalim Syabibi adalah peserta Konvensi Rakyat Sumenep (KRS) I 2015 lalu dan tentunya akan kita dorong agar bisa berjuang membangun Sumenep. Adapun KRS II di 2020 ini akan merilis nama-nama kandidat baru yang muda, milenial, visioner dan memiliki kapasitas-kapabilitas,” ujarnya.

Menurut Syafrudin, selain lewat dukungan partai politik, kandidat Bacabup bisa melalui independen atau perseorangan. Dalam pasal 42 UU Nomor 8 Tahun 2015 tentang Pilkada tegas mengatakan, pasangan calon kepala dan wakil kepala daerah dapat diajukan secara perseorangan apabila mereka dapat mengumpulkan dukungan berupa kartu identitas penduduk (KTP) sebanyak 6,5 hingga 10 persen dari total jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) dalam Pilkada sebelumnya.

“Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) pada 29 September 2015, calon perorangan harus kumpulkan KTP 10% di daerah dengan jumlah DPT sampai 2.000.000 orang, 8,5% di daerah dengan DPT antara 2.000.000 dan 6.000.000 orang, 7,5% di daerah dengan DPT antara 6.000.000-12.000.000 orang, dan 6.5% di daerah dengan DPT di atas 12.000.000 orang,” jelas Syafrudin yang Sarjana Ilmu Politik FISIP Universitas Wijaya Kusuma Surabaya ini.

Dirinya berharap pada Pilkada yang akan datang semakin banyak kandidat, maka akan semakin meningkatkan kualitas demokrasi di Sumenep. Bahkan diharapkan yang terpilih bukan saja dari kalangan kyai saja, bisa dari aktivis, tokoh perempuan, tehnokrat, politisi, akademisi, intelektual dan pengusaha.

“Ada beberapa nama yang sudah dijaring KRS, diantaranya, Abdul Azis Syalim Syabibie, Hairul Anwar, Hj. Nur Fitriyana Busro, KH. Unais Ali Hisyam, Azasi Hasan, Novi Sudjatmiko, Achmad Fauzi, Hj. Dewi Khalifah, KH. Moh Shalahuddin Warist, dll. Semuanya akan diseleksi secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif, mana yang terbaik akan kita dukung agar lahir pemimpin terbaik di Sumenep,” jelas Syafrudin yang aktif sebagai Konsultan Media dan Politik ini. (And, Tiem Red)