Tim Gabungan Polres dan Pemkab Sumenep Tutup Tambang Ilegal di Desa Sentol Laok

Sumenep, Jatim| suaranasionalnews.co.id Guna memastikan agar tidak menimbulkan korban jiwa lagi, sejumlah tambang ilegal milik warga Desa Sentol Laok, Kecamatan Pragaan Kabupaten Sumenep, resmi ditutup dan tidak boleh ada lagi aktifitas penambangan. Sekalipun lokasi tambang berada di lahan milik pribadi.

Sekedar di informasikan kembali, keputusan tim gabungan Polres dan Pemkab Sumenep didasari atas adanya peristiwa tewasnya Hesan (40) akibat tertimpa reruntuhan batu saat menambang bersama Hamdani (35) istrinya. Korban meninggal seketika setelah tertimpa batu pada bagian pinggulnya. Sekitar pukul 16.30 WIB di lokasi tambang miliknya sendiri. Senin 09/12.

Diungkapkan oleh Ipda Miftahul Rahman SH., Kepala Unit (Kanit) Pidter Satreskrim Polres Sumenep pada media ini, sebelum melakukan penutupan, tim gabungan Pidter dan Energi Sumber Daya Alam (ESDA) telah lakukan sosialisasi terhadap keluarga korban dan warga Desa Sentol Laok. Dalam sosialisasi tersebut dijelaskan pula pentingnya untuk mengurus izin atas usaha tambangnya. Dikarenakan dalam permohonan izin legalitas usaha juga disyaratkan untuk memiliki prasarana keselamatan kerja.

“Beberapa hari lalu kita telah lakukan sosialisasi pada keluarga korban dan warga setempat, terkait penutupan dan izin legalitas usaha. Kita harapkan kesadaran masyarakat makin meningkat dan mengerti bahwa tujuan legalitas usaha itu salah satunya ada sangkut pautnya dengan masalah keselamatan kerja,” pungkasnya. Kamis 12/12.

Diharapkan juga, setelah ditutup masyarakat mulai melakukan permohonan izin terhadap legalitas usaha serta melengkapi prasarana keamanan kegiatan tambangnya.

“Saya himbau pada masyarakat, untuk mengurus legalitas usaha dan melengkapi prasarana keamanan dalam aktifitas tambangnya,” tegasnya.

Terpantau media ini, dalam penutupan tambang di Desa Sentol Laok, dihadiri oleh sejumlah pejabat ESDA, pihak Kecamatan Pragaan, serta Pj. Kades Sentol Laok, Subahri. (Die)