Sekalipun Pernah Ditegur Angg. Dewan Prov, Kondisi Pasar Anom Tetap Amburadul

Sumenep, Jatim| suaranasionalnews.co.id Banyak pihak menilai, pengembangan areal Pasar Anom, yang berlokasi di Jalan Trunojoyo, Kecamatan Kota, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur dilakukan tanpa ada perencanaan yang matang, dilakukan secara asal-asalan.

Seperti yang terlihat di areal Pasar Anom, untuk wilayah selatan mengalami perluasan lahan, yang awalnya merupakan lahan hijau, kini telah berubah menjadi ratusan lahan baru, guna menampung kebutuhan masyarakat Sumenep pada lapak usaha niaga.

Namun pembangunan dan pengoperasian areal tersebut seakan dipaksakan, asal jadi dan tidak memperhatikan kenyamanan aktifitas masyarakat di pasar tersebut.

“Akses jalan di bagian tersebut sangatlah buruk. Belum tersentuh program pengerasan jalan sama sekali. Keadaan tersebut akan bertambah parah lagi jika mulai hujan turun. Becek, penuh genangan air dan bisa dipastikan sampah yang ditumpuk di kontainer sampah jadi berantakan kembali,” ungkap ried, salah satu tokoh masyarakat di Kabupaten Sumenep.

Disesalkan pula olehnya, kondisi pasar sudah semrawut, dan pihak pasar malah menambah masalah dengan tata letak penempatan kontainer sampah yang dianggapnya sangatlah ngawur hingga bisa menjadi hal yang merugikan pedagang ataupun pembeli.

“Harusnya peletakan kontainer sampah janganlah ditengah jalan. Seharusnya dicarikan lokasi khusus untuk TPS. Lokasi yang benar-benar bebas, tidak mengganggu proses kegiatan transaksi masyarakat. Jika ditengah jalan seperti itu, yang pasti akan menimbulkan kemacetan jika aktifitas meningkat. Belum aroma tak sedap yang ditimbulkan oleh TPS,” tambahnya.

Tim media ini juga menemui Purnomo, Kepala UPT. Pasar Anom, naungan Disperindag Sumenep, di kantornya. Diakui olehnya, kondisi areal pasar yang baru tersebut memang masih belum maksimal. Kondisi lapak belum tertata rapi, dan pembangunan akses jalan juga masih belum realisasi.

“Kondisinya memang masih seperti itu. Belum ada sentuhan dari pihak manapun untuk adanya penambahan fasilitas,” ujarnya singkat.

Dikatakannya lagi, pihaknya juga pernah mendapat teguran dari Nurfitriyana Busyro, salah satu anggota DPRD Provinsi Jatim, yang juga sebagai istri dari Drs. A. Busyro Karim M. Si, Bupati Kabupaten Sumenep.

“Waktu itu kondisi pasar baru selesai diguyur hujan, memang masih becek dan penuh genangan. Lalu Bu Fitri nanya, ini pasar apa sawah. Spontan saya jawab pasar, sekaligus sawah,” ujarnya.

Menurut Purnomo, dirinya telah mengajukan pembangunan jalan dan pembenahan fasilitas di areal pasar tersebut, namun Disperindag Kabupaten Sumenep sampai saat ini belum ada kepastian.

“Saya sudah ajukan pembangunan jalan, pembenahan fasilitas pada pasar yang baru dibangun, namun sampai saat ini kita belum ada kabar lagi,” tandas Purnomo. (And, Tiem)