Pemilik Biota Grup Klarifikasi Kabar Miring Yang Menyudutkan Dirinya

Makassar | suaranasionalnews.co.id  Owner Biota Grup, H. Ali memberikan pernyataan klarifikasi terkait dugaan penipuan dan penggelapan yang beredar di beberapa media dalam sepekan ini.

Dalam pernyataannya, H. Ali membantah keras adanya dugaan penipuan kepada rekan bisnisnya bernama Zaenal Duta yang dialamatkan padanya.

“Saya tidak pernah datang ke Aceh Timur tempat tinggal Pak Zaenal Duta, adapun dana yang ditransferkan ke saya tidak mencapai Rp 46 juta seperti yang saya baca di media,” ungkapnya, Sabtu (15/2/20) di kantornya.

H. Ali membenarkan, jika pada perjalanannya prodak pupuk pertanian tersebut tidak laku.

“Saya memang menyampaikan agar prodak tersebut dikirim ke Medan atas nama Harum. Namun, saya hanya fasilitator kebetulan Pak Harum menelpon dan butuh pupuk tersebut. Selebihnya itu urusan kesepakatan mereka berdua,” tambahnya.

H. Ali menambahkan, jika dirinya tidak tahu-menahu sudah sampai dimana transaksi mereka.

“Saya pernah komunikasi itu Pak Harum agar membayar uang Pak Zaenal dia hanya bilang iya. Begitupun saya tanya pak Zaenal katanya juga dijanji iya. Nah saya kaget sampai tahun 2020 ternyata belum dibayar. Malah lebih kaget lagi saya pernah ditelpon sama Pak Zaenal saya yang disuruh bayar,” tuturnya.

H. Ali mengatakan tidak mempermasalahkan nominalnya untuk dikembalikan, tapi memang dirinya merasa tidak menjadi bagian dari yang harus bertanggung jawab.

“Kan saya ini cuma menjual barang terus Pak Zaenal membeli jadi sudah sah urusan jual belinya kalau saya ambil uangnya. Nah kalau dengan Pak Harum itu sudah bukan urusan saya, tagihnya yah ke Pak Harum juga,” tambahnya.

Ia juga menegaskan kalau Harum bukan bagian dari Biota Grup.

“Jadi kalau punya bukti silahkan dilaporkan ke Polisi. Jangan membeberkan ke teman-teman LSM atau media kan dapat mencemarkan nama baik perusahaan dan nama baik saya,” jelas H. Ali.

Sementara itu, Ketua LSM PERAK Sulawesi Selatan, Adiarsa MJ, SE, SH yang hadir pada saat penyampaian klarifikasi tersebut membenarkan, pihaknya menerima pengaduan dari Zaenal Duta sebelumnya.

“Kami sudah mendengarkan langsung pernyataan versi Pak H. Ali tentunya akan menjadi pertimbangan buat kami juga,” katanya.

Adiarsa hanya menyayangkan pemilik perusahaan yang beralamat di Jl Abdullah Daeng Sirua No 226 B tidak segera mengklarifikasi surat yang ditujukan resmi ke Biota Grup pada saat itu.

“Seandainya pihak Biota Grup segera merespon tentunya kita juga akan mempertimbangkan dan tidak perlu sampai menjadi konsumsi publik seperti ini,” ucapnya.

Adiarsa juga berharap semoga kedepannya Biota Grup semakin sukses dan dapat menjadikan hal ini sebagai pembelajaran lebih baik kedepannya.

Diketahui, Biota Grup merupakan perusahaan yang memiliki anak cabang bergerak pada bisnis travel, peternakan, perikanan, umroh dan Haji serta bidang pertanian seperti pupuk.

(Fajar Udin)