Letkol Inf. Drs. Didi Suryadi Isi Materi Pada Pengukuhan FPKUB Sumenep

Sumenep – Satu bentuk upaya dalam menjaga persatuan dan kesatuan demi keutuhan NKRI, Forum Pemuda Kerukunan Umat Beragama ( FPKUB ) Sumenep, Jawa Timur menggelar Dialog Lintas Agama 2019. Sabtu, 14/09.

Dengan mengambil tema “Memperkokoh Persatuan dan Kesatuan Untuk Keutuhan NKRI” pengukuhan FPKUB Sumenep yang dilaksanakan di salah satu hotel di Sumenep dihadiri oleh banyak pihak.

Diantaranya mereka yang hadir adalah Bupati Kab. Sumenep DR. KH. A. Busryo Karim, M. Si, Dandim 0827/ Sumenep di wakili oleh Danramil 0827 / 01 Kota Kapten Inf Sarkun, Kapolres di wakili oleh Kasat Binmas Polres Sumenep Iptu Sumaji. Sedangkan sebagai pemateri adalah Letkol Inf. Drs. Didi Suryadi, M.A.P ( Pabandya Bhakti TNI Terdam V / Brawijaya ).

Bupati Sumenep, Dr. KH. A. Busyro Karim M. Si sangat mengapresiasi terbentuknya FPKUB di Kabupaten Sumenep. Dengan adanya FPKUB diharapkan bisa melawan gerakan gerakan yang akan mengubah idiologi bangsa Indonesia dan acara dialog lintas agama ini merupakan salah satu upaya FKUB dalam menciptakan kerukunan umat beragama.

“Kita semua berharap FPKUB Sumenep mampu ciptakan kerukunan antara umat beragama yang ada di Sumenep, marilah bersinergi membangun Kab. Sumenep agar lebih maju dalam menciptakan Sumenep yang aman tentram dan damai,” ujar bupati.

Mengutip semboyan Ir. Soekarno, ‘Beri aku 1000 orang tua niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya dan berikan 10 pemuda niscaya kuguncang dunia’, Letkol Inf. Drs. Didi Suryadi, M.A.P memulai materinya.

Menurut nya, banyak pihak yang menjadikan agama sebagai sumber permasalahan di Indonesia, merupakan pertanda banyak masyarakat yang masih kurang paham akan arti Bhinneka Tunggal Ika.

“Di Indonesia ada berbagi agama, suku, ras dan bahasa, dan semua agama mengajarkan pada hal kebaikan. Tidak ada yang salah dalam agama, namun oknum manusianya yang bermasalah.” terangnya.

Permasalahan dan tantangan negara saat ini yaitu adanya idiologi yang tidak sesuai di negara Indonesia, lunturnya wawasan kebangsaan dan tidak hafalnya lagu kebangsaan merupakan awal dari munculnya ideologi yang tidak sesuai di Indonesia.

“Dahulu sekolah di Indonesia ada pelajaran PMP kemudian di Ganti PPKN dan pelajaran sejarah sedangkan saat ini hampir tidak ada sehingga tugas kita dan FKUB memberikan pelajaran sejarah yang sebenarnya agar para generasi generasi bangsa bisa menjaga kebhinekaan demi persatuan dan kesatuan,” tegasnya.

Di informasikan, dalam pengukuhan FPKUB periode 2019-2020, Ketua : Zaynollah, Wakil Ketua : Moh. Horri, Sekretaris : Marzuki Musyafak dan Bendahara : Tatik Lie. (And/Pendim)