Letkol Inf Ato, Dandim 0827 Sumenep Kunjungi Rianto Korban Puting Beliung Desa Prancak

Sumenep – Komandan Kodim 0827 Sumenep Letkol Inf Ato Sudiatna dan Kapolres Sumenep AKBP Deddy Supriadi, S.I.K, M.I.K beserta rombongan kunjungi Rianto (15 th ) korban batah tulang kaki kanan akibat keruntuhan puing tembok Mushola Al-Muhlisin akibat puting beliung yang terjadi di dusun Pao Jajar desa pada minggu 5 Januari 2019 kemarin tepatnya di RT 002 RW 002 desa Prancak Kec. Pasongsongan Kab. Sumenep. Senin (6/1/20).

Dalam kunjungannya, Dandim 0827 Sumenep dan Kapolres didampingi Kasdim 0827 Mayor Inf R. Hendro Prapto Mukti, Wakapolres Sumenep Kompol Andi Febriyanto, Kapolsek beserta Danramil 11 Pasongsongan.

Hadir pula Camat Pasongsongan Drs. Mih. Frid Wadji. K.P.M.Si dan sekcamnya serta Pihak PU Bina Marga Sumenep dan Subhan Kades Prancak.

Anjangsana untuk mengunjungi Rianto di dusun Pao Jajar yang baru saja pulang daru Puskesmas Guluk Guluk sekira pukul 13.00 WIB untuk mendapatkan perawatan dan dirawat di rumahnya sementara sambil menunggu rujukan dari Puskesmas Pasongsongan untuk dibawa RSU. Sumenep.

Letkol Inf Ato Sudiatna menyampaikan, maksud kedatangankami bersama Kapolres kerumah korban saudara Rianto untuk memberikan dorongan moril dan spiritual serta semangat guna kesembuhan korban.

“Karena kunjungan dan kehadiran rekan, saudara dan keluarga merupakan dorongan mental untuknya,” ungkapnya.

Dandim Letkol Ato juga berharap, srmoga kehadirannya bersama Kapolres dan rombongan dapat memberi manfaat untu Korban dan lekas diberikan kesembuhan dan kesabaran baik korban dan keluarga.

Sementara itu Kapolres Sumenep AKBP Deddy Supriadi, S.I.K, M.I.K juga menyampaikan, tak seberapa yang dapat kami berikan, namun semoga dengan kehadiran kita moril Korban dapat sedikit terobati.

“Kejadian ini murni bencana alam dan tidak ada rekayasa, yang mana korban beserta teman – temannya pada saat itu sedang menhaji usai sholat maghrib,” ungkapnya.

Sementara itu Serma Mudofar Batituud Koramil 0827/11 Pasongsongan menambahkan, sulitnya lokasi tempat korban yang terjal dan licin untuk ditempuh serta sulitnya komunikasi ditambah kondisi masih hujan menyebabkan evakuasi korban menjadi terhambat.

“Karena keterbatasan biaya, korban sementara baru diperiksa di puskesmas sambil menunggu rujukan ke RSU Sumenep,” tungkasnya. (Pen0827)