Komandan Lanud Muljono Surabaya Lakukan Kunjungan Ke Monumen Pesawat Bronco Sumenep

Sumenep, Jatim | suaranasionalnews.co.id Komandan Lanud Muljono Surabaya Kolonel Penerbang M. Somin, S.Sos lakukan kunjungan ke monumen pesawat Bronco yang ada di Desa Kacongan, Kecamatan Kota, Kabupaten Sumenep, Senin (15/03/2021).

Kedatangan Kolonel Penerbang M. Somin, S.Sos beserta rombongan ini dalam rangka melakukan peninjauan terhadap keadaan fisik monumen pesawat tempur yang ada di Kabupaten paling Timur pulau Madura ini.

“Kemarin saya dapat perintah dari pimpinan pusat untuk mengecek monumen yang ada di bawah Lanud Muljono Surabaya, dan kebetulan saya mendapat informasi bahwa di Sumenep ada monumen pesawat kami yang perawatannya kurang maksimal,” kata Komandan Lanud Muljono Kolonel Penerbang M. Somin, S.Sos kepada suaradisela-sela kegiatannya.

Menurutnya, untuk tetap melestarikan monumen tersebut pihaknya akan berkomunikasi dengan pemerintah setempat dalam hal ini Bupati Sumenep untuk membicarakan mengenai perawatan monumen yang penuh sejarah itu.

“Setelah ini kami akan menemui bapak Bupati untuk membicarakan perawatan monumen ini,” ujarnya.

Diakuinya, selain perawatan yang kurang maksimal, penempatan monumen pesawat Bronco ini masih kurang strategis karena berada di area persawahan, oleh karena itu pihaknya berencana melakukan usulan untuk dilakukan pemindahan.

“Nanti, kami juga akan berkomunikasi dengan bapak Bupati Sumenep terkait penempatan monumen ini, kalau tempatnya tetap diarahkan di sini ya kita tetap tempatkan di sini. Namun yang menjadi harapan kami monumen ini tetap ada perawatan karena pesawat ini adalah pesawat yang penuh sejarah,” ujarnya.

Dilansir dari beberapa sumber, pesawat Jenis OV-10 Bronco adalah sebuah pesawat militer ringan berbaling-baling dengan mesin turboprop ganda sayap tinggi (high wing) buatan North American Rockwell sebagai pesawat serang ringan dan pesawat angkut ringan.

Pesawat ini dikembangkan pada tahun 1960-an sebagai pesawat khusus untuk pertempuran COIN (Counter-Insurgency) atau anti-gerilya. Pesawat itu didatangkan dari Malang dan ditempatkan di sebelah utara Bandara Udara Trunojoyo Sumenep.

Walaupun memiliki sayap tetap, kemampuannya mirip dengan kemampuan helikopter serbu berat yang cepat, mampu terbang jarak jauh. Pesawat ini dulu merupakan pesawat andalan TNI AU, dan pernah dioperasikan TNI AU dalam operasi Seroja Timtim tahun 1987-1989. (And, Zai)