Kini Pabaresseng Sidrap Nikmati Listrik PLN Setelah Puluhan Tahun Menderita Soal Listrik

SIDRAP — Warga Dusun Pabaresseng, Desa Mattirotasi, Kecamatan Wattang Pulu, Kabupaten Sidrap , akhirnya bisa menikmati listrik dari PLN (Persero).

Sebanyak 60 orang warga yang tinggal di Dusun Pabaresseng, yang sebelumnya hanya menggunakan genset untuk bisa menikmati listrik.

Kini, warga yang tinggal di Kawasan Kincir Angin, yang merupakan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) terbesar di Indonesia sudah bisa menikmati listrik PLN.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Desa Mattirotasi, Zainuddin Makkarennu, kepada Awak Media ini, Jumat (2/8/2019) siang.

Zainuddin mengatakan, selain genset, warga Pabbaresseng juga mendapat bantuan dari Pengelola PLTB Sidrap (UPC) berupa pembangkit tenaga surya.

“Fasilitas itu sudah dinikmati oleh beberapa rumah tangga,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dusun Pabaresseng Asi, menyampaikan rasa syukurnya karena listrik sudah masuk ke kampungnya.

“Alhamdulillah dengan masuknya listrik ini, bisa menunjang aktivitas kami, utamanya dalam hal pendidikan,” paparnya.

‘Agar anak-anak dapat belajar pada malam hari dan dapat meningkatkan ekonomi masyarakat di dusun ini,” kata Asi kepada Awak Media ini.

Terpisah, Manajer PLN Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan (UP2K) Sulawesi Selatan Saefuddin mengatakan, untuk mengaliri listrik kepada 60 pelanggan tersebut, PLN merancang hingga 191 tiang dan memasang satu travo dengan total daya 50 kVA.

Bukan cuma itu, PLN juga menarik Jaringan Tegangan Menengah (JTM) sepanjang 6,74 kilo meter sirkit (kms) dan Jaringan Tegangan Rendah (JTR) sepanjang 2,75 kms.

“PLN optimistis bahwa dusun-dusun sekitar sini dapat teraliri listrik pada 2019. Dengan masuknya listrik ini bisa berdampak positif,” jelasnya.

“Potensi ekonomi dapat berkembang karena listrik, bukan cuma alat penerangan semata. Namun juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Saefuddin, saat dikonfirmasi.

Menurutnya, untuk mengalirkan listrik ke tempat terpencil seperti dusun-dusun dan pedesaan, tantangan utama yang seringkali dihadapi PLN adalah akses jalan yang rusak dan medan yang terjal.

Akan tetapi, PLN terus berupaya maksimal demi memberikan layanan terbaik bagi masyarakat Indonesia.

Ini menjadi bukti bahwa PLN terus berupaya melistriki hingga ke pelosok. Hal ini memang menjadi amanah dan tugas mulia yang diemban oleh PLN.

“Apalagi dengan target Rasio Elektrifikasi 100 persen akan terus digenjot PLN hingga 2020, utamanya dalam hal Listrik Desa,” jelasnya.

(Fajar Udin)