Kades Pinggir Papas Apresiasi Giat Bersih-bersih di Lingkungan Pemukiman warga Pinggir Papas

Sumenep, Jatim| suaranasionalnews.co.id Segenap aparatur Pemerintahan Desa dan masyarakat Desa Pinggir Papas sangat mengapresiasi kegiatan karya bakti gabungan yang dilakukan oleh sejumlah elemen pemerintahan dan akademisi yang ada di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.

Diungkap oleh H. Ubet selaku Kepala Desa Pinggir Papas pada media ini, dalam karya bakti gabungan yang terdiri dari PT. Garam (Persero), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep melalui Dinas Lingkungan Hidup Sumenep, sejumlah mahasiswa bersama Rektor Unija dan masyarakat setempat lakukan bersih-bersih sampah yang ada di sekitar pemukiman warga. Jumat 06/03/2020.

“Kami menyambut baik kegiatan tersebut, bahkan di lingkungan pemerintahan desa sendiri tiap minggu diadakan kerja bakti dan itu hanya sebatas perangkat desa dan kader-kader posyandu serta melibatkan masyarakat yang peduli terhadap lingkungan,” ungkapnya.

Menurutnya lagi, sudah sejak dulu di Desa Pinggir Papas ada program bersama PT Garam terkait penanganan sampah. Namun kerap terlupakan karena terbentur dengan program yang lain.

“Jadi, adanya program ini, kita semoga kedepan terus berkelanjutan. Kalau kita ingin meciptakan tuntutan dari adik-adik mahasiswa dan juga para pegiat kebersihan itu harus dijalankan,” harapnya.

Satu contoh seperti halnya, penggelontoran kali sungai, dipompa air. Karena, menurut H. Ubet, salah satunya sugai disini kan fungsinya hanya tiap musim. Jadi, diharapkan setiap minggu (kondisional) itu ada penggelontoran,” terang dia.

Disinggung terkait aksi yang dilakukan oleh para mahasiswa, pihaknya sangat mendukung. Karena dirinya juga termasuk orang yang peduli terhadap lingkungan. Aksi tersebut menjadi cambuk bagi banyak pihak, utamanya kepada pihak PT Garam agar lebih pro aktif dengan apa yang sudah kita rencanakan dan diprogramkan.

“Iya kan, di program ini nanti, kita bisa persatu bulan melakukan kerja bersama, sambil lalu liat-liat lingkungan sekitar, apa yang masih perlu kita selesaikan bersama,” tuturnya.

Disisi lain, ditanya soal cara mengantisipasi masyarakat agar tidak membuat sampah sembarangan, Ini kenaannya kan pada SDM masyarakat atau manusia nya sendiri. Mau berubah ndak.? Menurutnya, fasilitas yang di berikan PT Garam sudah cukup.

Mengingat pada tahun 2017, sambung dia, telah mendapatkan bantuan sosial pengadaan bak sampah, bahkan sudah terdistribusi pada masyarakat, dan di 2019, Desa Pinggir Papas juga mendapat bantuan berupa Bak Kontainer sampah.

“Alhamdulillah, bantun itu sangat bermamfaat bagi kita. Semoga kedepan kita ada tambahan kontainer lagi. Sebab, mamfaatnya telah dirasakan, saya melihat di desa tetangga ada konteiner tidak berfungsi. Jika memang tak berfungsi alihkan ke Pinggirpapas karena kami merasa kurang dengan adanya itu,” kata dia.

Disamping itu, pihaknya juga bekerjasama dengan DLH dan berjalan. Jika konteinernya sudah full, tinggal kontak sopir truknya, dan terus berlanjut seperti itu. Selama masyarakat sudah pro aktif melakukan kegiatan, maka akan menjadi lebih baik.

“Saya sudah perintahkan masyarakat agar ditiap-tiap titik yang telah dijadikan tumpukan sampah itu ada gerakan, (ada kerja), entah dengan pembakaran selama alat-alat pengangkut tidak masuk ke area sampah,” pungkasnya. (And, Tiem)