Diduga Sarat Penyimpangan, Developer Randu Permai Jadi Sorotan

Sumenep, Jatim| suaranasionalnews.co.id  – Banyak pihak mulai resah dan mempertanyakan kredibilitas dari PT. Randu Putra Perkasa Nusantara, salah satu perusahaan developer yang menaungi Perumahan Randu Permai, berlokasi di Desa Babbalan, Kecamatan Batuan, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, yang bekerjasama dengan BUMD setempat, Perusahaan Daerah (PD) Sumekar.

Pasalnya, diduga kuat pihak manajemen dari developer tersebut telah melakukan berbagai penyimpangan, baik secara perijinan, ataupun pada hasil pembangunan fisik perumahan.

Hal diatas diungkapkan oleh Riedhawi, salah satu tokoh masyarakat Sumenep pada media ini, hasil pembangunan fisik developer tersebut menurutnya tidak sesuai dengan isi SK Rencana Tapak (Site Plan) dan Surat Persetujuan Pemanfaatan Ruang/Ijin Lokasi (IMB Hunian Perumahan) dan Non Perumahan dari pihak pemerintahan terkait.

Diterangkan olehnya, sesuai hasil investigasi dilapangan, kondisi fisik yang meliputi denah dan ukuran bangunan, komposisi material bangunan dan sebagainya tidak sesuai dengan data pembanding yang dikantonginya. Sehingga timbul dugaan bahwa, pembangunan perumahan yang ada di Desa Babbalan tersebut tidak sesuai dengan rencana pembuatan gedung atau bestek.

Belum lagi tentang tata ruang di perumahan tersebut. Pihak manajemen perumahan Randu Permai seakan tutup mata akan minimnya fasilitas yang ada untuk saat ini.

“Beberapa waktu lalu, tim kita telah turun ke lapangan, investigasi terkait hasil fisik bangunan yang ada di Perumahan Randu Permai. Hasilnya tidak sesuai dengan data pembanding milik kita. Bukan itu saja, manajemen juga tidak mengindahkan fasilitas yang ada. Banyak warga perumahan yang memarkir mobilnya di jalan desa, hingga kerap mengganggu arus lalu lintas di lokasi tersebut,” ujarnya.

Dikatakan lagi olehnya, dirinya sempat mempertanyakan masalah tersebut pada pihak developer, baik secara lisan maupun tertulis, namun sampai detik ini masih belum ada tanggapan.

“Kita tengah menunggu klarifikasi dari pihak developer. Kita tidak mau warga perumahan ataupun sekitarnya terus jadi korban,” tandasnya. (And, Tiem)