Begini Tips dari Johra MB Cegah Stunting pada Anak

Enrekang – Ketua TP-PKK Kabupaten Enrekang Johra MB mengajak seluruh lapisan masyarakat menerapkan pola hidup, pola makan dan pola asuh yang tepat. Hal itu agar Bumi Massenrempulu keluar dari permasalah stunting yang akhir-akhir ini mengkhawatirkan.

“Kita selalu mensosialisasikan kepada masyarakat bagaimana pola hidup, makan dan asuh yang benar. Ini untuk mengatasi dan mencegah stunting,” jelas Johra, Minggu 22/9.

Pola hidup yang dimaksud meliputi Sanitasi Total Berbasis Masyarakat serta Open Defaction Free (ODF). Setiap keluarga harus memiliki jamban, agar tidak buang air sembarangan. Mencuci tangan sebelum masuk rumah, utamanya bagi petani dan peternak yang sering terpapar racun, pestisida dan bahan berbahaya lainnya.

Selanjutnya membiasakan anak buang air di WC, limbah cair dan comberan mengalir lancar, serta mengurangi penggunaan plastik dengan membawa tumbler atau botol isi ulang.

Pola makan meliputi asupan gizi yang memadai bagi ibu dan anak. Memilih pangan berdasarkan B2SA (bergizi, beragam, seimbang dan aman). Bebas dari pestisida, pewarna dan perasa. “Untuk ibu hamil dan menyusui, asupan gizi sangat penting. Terutama pada 1000 HPK (hari pertama kehidupan),” urainya.

Johra mengatakan, gizi seimbang tidak mesti mahal. Warga bisa memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam sayur-mayur dan tumbuhan bermanfaat lainnya. Selain itu ibu juga diharapkan pintar dan kreatif mengolah makanan. “Ada banyak yang bisa diolah jadi makanan bergizi. Misalnya daun kelor bisa jadi cake, dan ubi ungu bisa jadi es krim,” jelasnya.

Sementara pola asuh yang dimaksud yakni memaksimalkan 1000 hari pertama kehidupan. Menurut Johra, karakter anak mulai terbentuk sejak dalam rahim. pada 16 minggu usia kehamilan, bayi sudah bisa berinteraksi dan menyerap apa yang ada disekelilingnya.

“Makanya sangat penting sering-sering mengelus perut, membaca kitab suci, doa-doa atau lagu-lagu yang baik selama hamil. Rahim itu bukan sekadar ruang tunggu bagi bayi, tetapi juga ruang belajar,” kata Johra.

Pada saat lahir, penting bagi bayi untuk diazankan, memotong tali pusar dengan benar, tengkurap diatas dada ibu yang bermanfaat untuk membentuk hubungan ibu dan bayi, serta menghangatkan bayi. Sementara bagi batita dan balita, penting untuk menunjukkan keteladanan, pembiasaan prilaku positif, ajarkan tanggungjawab secara sederhana dan sebagainya.

“Kesimpulannya, ciptakan keluarga ramah anak. Rumahku adalah surgaku. Orangtua mesti jadi idola sekaligus sahabat bagi anak-anaknya. Bangun karakter anak melalui cinta,” tandas Johra. (Fajar Udin)