Lemah Pengawasan Pemkab, Banyak Lahan Untuk Sport Center Sumenep di Kuasai Warga

Sumenep, Jatim| suaranasionalnews.co.id – Makin biasnya rencana pembangunan Sport Center di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur kembali jadi sorotan banyak pihak. Bukan itu saja, dengan mangkrak nya program tersebut ternyata menimbulkan permasalahan baru di masyarakat.

Satu diantaranya adalah, masih adanya sejumlah masyarakat yang memanfaatkan areal Sport Center sebagai lahan pertanian, dan itupun tanpa ada koordinasi sedikitpun dengan pihak Pemerintah Kabupaten Sumenep.

Hal diatas diakui oleh Suhermato SE. MP., Kepala Bidang Pelayanan dan Penagihan Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten Sumenep. Jum’at 10/07/2020.

“Di lahan yang rencananya akan dibangun Sport Center, tepatnya di Dusun Cangcangan, Desa Gunggung, Kecamatan Batuan, lahan tersebut saat ini masih digarap warga sebagai areal pertanian,” pungkasnya.

Dijelaskan lagi oleh Suhermato, lahan tersebut digarap oleh warga yang dulunya memang memiliki hak atas sewa lahan. Bukan itu saja, Pemkab Sumenep juga telah memberikan kompensasi pada penggarap berupa membayar/mengembalikan uang sisa sewa lahan ex percaton tersebut.

“Lahan untuk sport center saat ini dikuasai dan digarap sebagian lahan pertanian oleh orang-orang yg dulunya memang menyewa tanah tersebut. Harusnya itu tidak terjadi, karena Pemkab Sumenep telah mengembalikan hak mereka atas sisa sewa lahan waktu lalu,” tandasnya.

Bukan itu saja, dia menegaskan bahwa sampai saat ini, tidak ada ikatan ataupun perjanjian dalam bentuk apapun antara Pemkab dengan warga. “Tidak ada kata mufakat antara Pemkab dengan penggarap lahan, baik secara lisan maupun tertulis,” tambahnya.

Dari hasil investigasi tim media ini, diketahui untuk nama-nama penggarap lahan pertanian (ex Percaton, red) yang diduga menguasai secara sepihak lahan milik Pemkab Sumenep adalah : Latip, Heider, Hajar, Ahmar, Jumadiya, Kasdi, P. Kalsum, P. Sanjani, Ami, B. Sahrami dan Ibrahim. (And)