Wujudkan Sumenep Kota Literasi, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Teken MoU Dengan Lembaga Pendidikan

Sumenep – Bertujuan untuk mewujudkan Kabupaten Sumenep sebagai Kota Literasi, Pemerintah Kabupaten Sumenep, Jawa Timur terus menggalakkan minat membaca masyarakatnya dengan berbagai cara.

Melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Sumenep, berbagai program diterapkan, mulai dari perpustakaan keliling hingga pembenahan total pada manajemen pengelolaan perpustakaan guna menghasilkan pelayanan yang profesional.

Berbagai inovasi terus diterapkan, seperti halnya dengan dilakukannya kerja sama, perjanjian antara Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah bersama 86 Lembaga Pendidikan yang tersebar di Sumenep. Senin 26/08.

Ahmad Masuni, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sumenep, diawal acara Penandatanganan MoU, menjelaskan pada sejumlah media bahwa dalam kesempatan kali ini pihaknya mengundang 86 lembaga pendidikan di segala tingkatan. Dari TK atau PAUD, SD/MI, SMP, dan SMA baik swasta maupun negeri

“Kita membuat MoU terhadap 86 lembaga yang terdiri dari TK/PAUD 15 lembaga, SD/MI 31 lembaga, SMP/MTS 20 lembaga, SMA/SMK/MA 16 lembaga dan Yayasan Pendidikan 4 lembaga,” ujarnya.

Masuni menerangkan lebih lanjut, bentuk perjanjian tersebut regulasinya, pihak Perpustakaan memberikan pinjaman 50 buku ke lembaga sekolah selama 1 bulan, setelah itu buku wajib dikembalikan lagi dan digantikan dengan yang baru.

“Selain pinjaman buku, kita juga akan lakukan pembinaan manajemen pengelolaannya agar lebih profesional sesuai aturan yang ada.

Sesuai dengan amanah undang-undang nomor 43 tahun 2007 tentang perpustakaan, yang menyebutkan desa yang terisolir wajib mendapatkan perpustakaan. Maka pihaknya berinisiatif menyulap 1000 unit Viar dan di jadikan sebagai perpustakaan, sehingga mampu mengakses ke pelosok kampung se Kabupaten Sumenep.

“Bukan itu saja, kita akan undang masyarakat kesini, nanti kita datangkan pemateri-pemateri yang profesional dalam bidangnya untuk membedah salah satu buku dan cara mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.

Dalam kegiatan penandatangan MoU tersebut, hadir Bupati Sumenep, A. Busyro Karim, Kepala Dinas Pendidikan Sumenep, Bambang Irianto, sejumlah Kepala Sekolah di Sumenep dan beberapa undangan lainnya.

Bupati Sumenep, Dr. KH. A. Busyro Karim, M.Si pada sambutannya mengatakan bahwa minat baca di Kabupaten Sumenep memang tidak sesuai dengan harapan dan memang harus dilakukan inovasi, terobosan untuk memancing minat baca masyarakat.

“Ini adalah terobosan baru untuk menumbuh kembangkan minat baca di Kabupaten Sumenep, hal-hal semacam ini sangat perlu kita lakukan mengingat minat baca di Kabupaten Sumenep tidak begitu menggembirakan,” jelasnya.

A. Busyro Karim sangat mengapresiasi terobosan yang dilakukan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah. Sempat terlontar pujian pada Kepala Dinas Perpusda disela candanya, A. Masuni sosok pejabat yang penuh inovasi, selalu ada program terobosan baru untuk kemajuan OPD yang dipimpinnya.

“Berbagai OPD telah dikelolanya, dan saudara Masuni pasti melakukan terobosan baru, selalu inovatif dalam membuat program untuk kemajuan Satker yang dinaunginya,” ungkap Busyro dan disambut tepuk tangan oleh semua pihak .

Usai melakukan penanda tanganan MoU, Bupati bersama A. Masuni dan stafnya, serta di dampingi oleh semua undangan lakukan peninjauan pada beberapa ruang perpustakaan daerah beserta melihat-lihat ribuan buku koleksi Perpusda yang tersedia. (and)