Ungkap Kecewanya Pada Pemerintah Dengan Tanam Pohon Pisang di Jalan Yang Rusak

Sumenep, Jatim| suaranasionalnews.co.idSebagai bentuk pengungkapan rasa kecewanya pada pemerintah atas pembangunan/perbaikan jalan yang diduga asal-asalan, sejumlah warga Dusun Drusah, Desa Prenduan, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur menanam pohon pisang pada sejumlah titik lokasi jalan raya yang mengalami kerusakan parah.

Dituturkan oleh Moh. Ridwan, salah satu warga setempat, sekitar lima bulan yang lalu jalan penghubung antara Kecamatan Prenduan, Guluk-guluk dan Ganding tersebut sebenarnya telah mengalami perbaikan. Namun entah mengapa saat ini kondisi jalan tersebut kembali mengalami banyak kerusakan yang cukup parah. Rabu 04/12.

“Lima bulan lalu telah dilakukan perbaikan pada jalan tersebut, namun saat ini telah rusak kembali. Dan belum ada tindakan apapun dari pihak pemerintah terkait masalah tersebut,” ungkapnya.

Sebagai bentuk kekecewaan warga, jalan yang berlobang tersebut ditanami dengan pohon pisang, dengan maksud agar ada perhatian dari pemerintah.

“Kami sengaja menanam pohon pisang pada titik lokasi jalan yang rusak, agar pemerintah mengetahui dan lekas menindaklanjutinya dengan perbaikan kembali.

Selain ditujukan pada pemerintah, penanaman pohon pisang di tengah jalan yang kondisi rusak parah, juga sebagai penanda bagi para pengguna jalan agar lebih berhati-hati saat melintas lokasi tersebut.

“Kami juga merasa khawatir, jika tidak cepat diperbaiki nantinya bisa membahayakan pengguna jalan, terutamanya saat malam hari. Pohon pisang tersebut juga berfungsi sebagai penanda bagi pengguna jalan agar lebih berhati-hati saat melintas,” terangnya.

Ridwan sangat mengharapkan, pihak pemerintah lebih peka akan kondisi dan kebutuhan vital masyarakat. Dan jangan sampai kejadian serupa bisa terulang kembali, baru lima bulan diperbaiki sekarang sudah hancur kembali.

“Kami sangat berharap pemerintah selalu memperhatikan kebutuhan masyarakat dibawah. Dan lebih teliti dalam memilih rekanan proyek, jangan sampai kejadian serupa bisa terulang kembali,” tegas Ridwan. (And)