Pemkab Sumenep Bersama Semua Elemen Masyarakat Gelar Peringatan Harkopnas 72

Sumenep – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, Jawa Timur, melalui Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah gelar peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke 72 tahun 2019 yang ditempatkan di halaman kantor Bupati Sumenep yang berada di Jl. DR. Cipto. Kamis, 18/07.

Upacara peringatan Harkopnas tersebut dihadiri oleh segenap anggota Forkopimda Sumenep, diantaranya Bupati Sumenep DR. KH. A. Busryo Karim, M.Si sekaligus sebagai Irup, Ketua DPRD Kabupaten Sumenep Herman Dali Kusuma, MH, Dandim 0827/Sumenep Letkol Inf Ato Sudiatna, Polres Sumenep diwakili Kompol Moh. Heri, Kepala Kejaksaan Negeri Sumenep Bambang Panca W.H, SH, MH dan banyak pihak lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati Sumenep A. Busyro Karim mengingatkan, dengan perkembangan teknologi saat ini, menjadi tantangan baru yang harus dihadapi oleh dunia koperasi, lebih-lebih koperasi yang ada di Sumenep.

Dengan tema “Reformasi Total Koperasi di Era Revolusi Industri 4.0”. Untuk kedepannya sangat diharapkan koperasi bersahabat dengan teknologi digital dengan memanfaatkan media sosial untuk sosialisasi untuk melahirkan generasi – generasi insan koperasi di masa depan.

“Digitalisasi mewarnai kehidupan industri yang merembet pada perilaku seharian masyarakat dan koperasi sekarang harus memiliki kesiapan dan bekal sumber daya handal dengan tekad siap berubah menyikapi dalam tantangan kekinian,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut bupati juga menegaskan, para pengurus koperasi harus mau berbenah diri agar koperasi-koperasi yang ada di Kabupaten Sumenep bisa semakin baik serta diwajibkan mampu beri manfaat pada masyarakat sekitar.

“Untuk kedepannya tiap koperasi yang ada, harus mampu memberikan nilai positif terhadap masyarakat sekitar,” tegasnya.

Pada kesempatan yang berbeda, Fajar Rahman selalu Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sumenep mengatakan, Harkopnas ke 72 merupakan momentum untuk melakukan pembenahan koperasi di segala bidang.

“Kami akan merubah mindset, untuk kedepannya tidak ada lagi pembahasan terkait kuantitas, tapi kita berbicara tentang pengembangan kualitas,” pungkasnya. (riel)