Pekan Literasi Tengah Semester, Program SMAN 1 Sumenep Guna Tingkatkan Kualitas Pendidikan di Sumenep

Sumenep – Sebagai bentuk dukungan dari Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Sumenep, Madura, Jawa Timur, terhadap Program Pemerintah Kabupaten Sumenep untuk wujudkan Sumenep Sebagai Kota Literasi, pihak SMAN 1 Sumenep menggelar Pekan Literasi Tengah Semester. Senin 23/09.

Dijelaskan oleh Kepala Sekolah SMAN 1 Sumenep, Syamsul Arifin, S.Pd, M.Si, kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan pihak sekolah pada program Pemkab Sumenep tentang literasi. Bukan itu saja, menurut nya kegiatan ini sangat mampu meningkatkan kualitas pendidikan kepada anak didiknya, menstimulasi serta memicu anak didiknya semakin gemar membaca dan mencintai buku.

“Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di SMAN 1 Sumenep. Dengan cara stimulasi, memicu anak didik untuk membaca dan mencintai buku,” ujarnya.

Diagendakan, pada pelaksanaan pekan literasi tengah semester tahun ini akan berlangsung selama lima hari, terhitung sejak hari ini Senin 23 sampai Jumat 27 September 2019. Dengan beberapa kegiatan diantaranya yaitu bedah buku, lomba menulis essai serta lomba menulis cerpen. Bukan itu saja akan ada lomba bazar dan lomba pojok buku dengan pesertanya mencapai sebanyak 30 stan.

“Ada berbagai kegiatan pada pekan literasi kali ini, mulai dari menulis essai hingga cerpen , sampai lomba bazar dengan menampilkan beragam kuliner-kuliner khas Sumenep, untuk mengajak agar para siswa-siswi mencintai produk lokal,” terangnya.

“Sedangkan di bedah buku yang digagas SMAN 1 Sumenep, yaitu Terapi Spiritual karya Bupati Sumenep, Dr KH A Busyro Karim, M.Si, dan Saatnya Move On Catatan Seorang Birokrat Muda, karya Wakil Bupati Sumenep, Achmad Fauzi, SH,” Imbuhnya.

Dalam acara pembukaan pekan literasi tengah semester yang digagas SMAN 1 Sumenep dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Sumenep, Achmad Fauzi, SH. Hadir juga Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Wilayah Sumenep, Drs H Sugiono Eksantoso, MM.

“Saya berharap kegiatan literasi itu, jangan hanya sebatas di saat acara saja, melainkan harus berkelanjutan, supaya peserta didik melalui literasi, wawasan dan pengetahuannya semakin berkembang bahkan bisa tahu apa yang tidak diketahui sebelumnya,” harap Wabup dalam sambutannya.

Fauzi sangat mengapresiasi, kegiatan ini merupakan satu upaya untuk membentuk siswa literat yang menjadi bagian dari masyarakat membaca dan menulis, itu dimana guru harus bisa mengajak peserta didiknya selalu menyukai dan mencintai membaca buku sebagai gudang ilmu dan jendela dunia.

“Sebab dengan membaca, siswa tentu saja membangun kecerdasan, komunikasi, dan membangun karakternya sebagai ‘generasi emas’ berkualitas yang siap dengan kondisi pasca globalisasi, tentunya demi pembangunan daerah dan bangsa di masa mendatang,” jelasnya. (And/Yas)