KPU Sumenep Hapus Ribuan Nama Dalam DCP

Sumenep, Jatim| suaranasionalnews.co.id Setelah dilakukan Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP), melakukan pencocokan dan penelitian terhadap daftar pemilih bahan pencocokan dan penelitian (coklit) atau formulir model A-KWK untuk Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Pilbup) 2020, akhirnya Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sumenep menghapus 30 ribu lebih orang meninggal dunia yang tercatat dalam daftar calon pemilih.

”Temuan tersebut masih sementara karena proses coklit belum selesai. Itu laporan hingga minggu kedua sejak coklit dimulai 15 Juli 2020 lalu,” terang Komisioner KPU Sumenep, Syaiful Rahman, Rabu (5/8/2020).

Menurutnya lagi, banyaknya data meninggal dunia yang masuk daftar bahan coklit karena ada kemungkinan warga meninggal tidak terbiasa dilaporkan ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil).

”Sehingga mereka tetap tercatat dalam Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) sebagai sumber AKWK yang diolah dari Sistem Data Pemilih (Sidalih),” pungkasnya.

Selain itu, pihak KPU juga menemukan 20 ribu orang yang memenuhi syarat untuk memilih di Pilbup 9 Desember 2020, namun malah tidak tercover dalam AKWK, dan saat ini ribuan pemilih tersebut sudah dimasukkan dalam daftar pemilih.

Dijelaskan lagi olehnya, sampai minggu kedua pelaksana coklit yang dilaporkan ke KPU sudah mencapai 66 persen atau 528 ribu dari total 889 ribu calon pemilih yang tercatat dalam formulir AKWK. ”Kami pastikan hingga batas terakhir coklit 13 Agustus nanti pencermatan terhadap data pemilih mencapai 100 persen,” tambahnya.

Di informasikan kembali, untuk tahapan dan jadwal pemungutan dan penghitungan suara Pilbup Sumenep akan dilaksanakan pada tanggal 9 Desember 2020 mendatang. (And, Tiem)