Kedatangan Kolonel Penerbang M. Somin, Bupati Sumenep Berjanji Mengiyakan Keinginan Atau Harapannya

Sumenep, Jatim | suaranasionalnews.co.id  Achmad Fauzi, Bupati Sumenep menyambut baik lawatan Komandan Lanud Muljono Surabaya Kolonel Penerbang M. Somin, S.Sos bersama anggota ke rumah dinasnya beberapa waktu lalu, tepatnya pada Senin (15/03/2021) lalu dan mengiyakan keinginan atau harapan yang diungkapkan padanya.

Pada pemberitaan sebelumnya, Kolonel Penerbang M. Somin, S.Sos menerangkan bahwa kunjungannya (tim angkatan udara) ke Kabupaten Sumenep kali ini atas dasar adanya perintah dari Komandan Strategis Komandan Angkatan Udara (KASAU) untuk melakukan pendataan pada semua aset milik Angkatan Udara RI yang tersebar di Provinsi Jawa Timur.

“Agenda kali ini untuk melakukan pendataan aset milik Angkatan Udara se Jatim,” pungkasnya.

Untuk wilayah Kabupaten Sumenep, ada sebuah aset milik Angkatan Udara RI yang bernilai historis, berupa monumen pesawat Bronco yang lokasinya berada di sebelah barat areal Bandara Trunojoyo, Desa Kacongan, Kecamatan Kota, Kabupaten setempat.

Dikatakan oleh Somin, hasil dari pengecekan ke lokasi didapati bahwa kondisi monumen untuk saat ini terjaga sangat baik. Tidak ditemukan adanya kerusakan yang berarti, hanya saja untuk lokasi penempatan monumen dirasanya kurang pas.

“Kondisi monumen terjaga sangat baik, namun untuk lokasi rasanya kurang tepat. Ditengah areal pesawahan, jauh dari keramaian ataupun aktifitas masyarakat secara umumnya. Besar harapan kami, dengan adanya monumen pesawat Bronco masyarakat luas bisa mengetahui perjalanan dunia kedirgantaraan di Indonesia” tambahnya.

“Lepas melakukan pendataan dan pengecekan, kita lanjutkan dengan menjalin silaturahim pada Bupati Sumenep. Ungkap rasa terimakasih dan harapan agar monumen milik kita selalu mendapat perhatian,” ujar Somin.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Sumenep, Achmad Fauzi sangat mengapresiasi dan mendukung harapan dari letkol Somin. Dirinya mengagendakan untuk melakukan musyawarah pada Satker terkait tentang rencana relokasi dari Monumen tersebut.

“Saya sangat setuju dengan apa yang telah disampaikan , namun harus dimusyawarahkan dulu dengan Bappeda ataupun Satker lainnya. Saya membiasakan untuk melakukan musyawarah dengan pihak terkait dalam membuat suatu kebijakan. Sekalipun nantinya keputusan ada di tangan bupati,” pungkasnya.

Menurutnya lagi, tempat paling tepat untuk monumen tersebut adalah di areal Taman Tajamara, lokasinya berada di seputar pusat kota dan padat aktifitas masyarakat. Bukan itu saja, dikatakan pula untuk pembiayaan relokasi tersebut nantinya akan bersumber dari APBD Kabupaten Sumenep.

“Monumen akan kita relokasi ke Taman Tajamara, dan pendanaan untuk relokasi akan menggunakan Dana APBD,” tandas bupati. (And, Nri)