Jelang Idul Adha, DKPP Sumenep Gencarkan Pengawasan ke Rumah Potong Hewan

Sumenep, Jatim| suaranasionalnews.co.id Jelang perayaan Hari Idul Adha 10 Dzulhijjah 1441 H, yang identik dengan hewan qurban, maka Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Sumenep, Bambang Haryanto melalui Kabid Kesehatan Hewan, Zulfah, menghimbau pada semua masyarakat, terutamanya pemotong hewan qurban agar benar-benar mengikuti tata cara penyembelihan, pemotongan sesuai aturan/syareat. Selain itu, ada tambahan untuk wajib memakai masker dan lain sebagainya sesuai dengan Protokol Kesehatan Covid 19.

“Kami himbau kepada masyarakat agar melakukan pemotongan hewan sesuai dengan tata cara yang benar. Dan ditambah lagi mengikuti atau mematuhi Protokol Kesehatan tentang Covid 19, seperti memakai masker, tetap menjaga kebersihan dan lain sebagainya,” ujar Zulfah.

Dijelaskan olehnya, ada 12 tahapan dalam melakukan pemotongan/penyembelihan hewan ternak, hingga hasilnya akan halal sesuai dengan syariat agama Islam.

Diantaranya adalah hewan dirobohkan ke arah kiri dengan kepalanya menghadap ke kiblat, Bacalah basmalah sebelum menyembelih hewan, letakkan pisau tepat di leher hewan, lalu lakukan gerakan penyembelihan tanpa mengangkat pisau sedikit pun dan Ketika menyembelih, harus memutuskan tiga saluran, yakni pembuluh darah, pernapasan, dan saluran makanan.

“Ada 12 tahapan dalam melakukan pemotongan hewan, jika diterapkan dengan benar maka akan menghasilkan daging yang bersih dan pastinya halal,” imbuhnya.

Diharapkan pula olehnya, masyarakat hendaknya melakukan pemotongan hewan di rumah potong hewan, agar tidak menimbulkan kerumunan. Salah satu item dalam protokol kesehatan guna memutus penyebaran dari Covid 19.

“Saya harap masyarakat melakukan pemotongan hewan qurban nya di rumah potong hewan, agar tidak menimbulkan kerumunan dalam proses pemotongan hingga pembagian daging qurban,” tuturnya.

Dan menurutnya lagi, menjelang hari raya Idul Adha pihaknya juga akan melakukan pengawasan secara langsung pada rumah/tempat pemotongan hewan dan akan dilakukan pemeriksaan, baik secara administrasi, tempat usaha maupun hewan kurban yang dijual. Selain itu telah disiapkan 36 orang tenaga pengawas yang terdiri dari dokter hewan dan paramedik hewan dilapangan yang dilibatkan untuk memeriksa kesehatan hewan.

“Kita akan menggencarkan pengawasan pada rumah/tempat pemotongan hewan. Serta telah kita siapkan pula tim yang terdiri dari tenaga pengawas, paramedik an dokter hewan,” pungkasnya. (And, Tiem)