Hari Anti Korupsi Sedunia Jadi Momentum ‘Gerak’ Bongkar Penyimpangan di Desa Pragaan Daya

Sumenep, Jatim| suaranasionalnews.co.id Bertepatan dengan Hari Anti Korupsi se-Dunia, puluhan warga Desa Pragaan Daya yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Anti Korupsi (Gerak) lakukan aksi demonstrasi ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep, Jawa Timur. Senin 09/12.

Dalam aksinya, mereka mendesak agar Kejari Sumenep segera usut tuntas atas dugaan penyelewengan keuangan desa, baik Dana Desa (DD) maupun Anggaran Dana Desa (ADD), termasuk dugaan penyelewengan Raskin (Beras Untuk Orang Miskin) yang terjadi di Desa Pragaan Daya.

Mewakili dari 1.371 warga Desa Pragaan Daya yang berhak menerima Raskin. Mereka menyampaikan tuntutannya melalui orasi di depan kantor Kejari Sumenep dengan harapan Kepala Kejari keluar dan menemui para massa aksi untuk berdiskusi dan menyikapi hal tersebut.

“Kami minta Kejari segera temui kami. Kedatangan kami kesini meminta agar Kejari serius menindaklanjuti laporan warga terkait dugaan penyimpangan Raskin dan DD-ADD,” kata Rahem Tobat Korlap aksi.

Mereka juga mempertanyakan kinerja Kejari dalam mengusut kasus penyalahgunaan Raskin, DD dan ADD di Desa Pragaan Daya. Sebab, selama enam tahun terakhir ini Raskin atau Rastra tidak tersalurkan dengan maksimal, hanya 4-5 kali masyarakat tidak mampu menerima bantuan tersebut. Di desa tersebut ada 1.371 penerima manfaat Rastra.

Selain itu, dalam aksinya mereka mendesak agar Kejari segera memanggil Kepala Desa Pragaan Daya yang diduga telah melakukan penyelewengan Raskin, DD dan ADD.

“Kami beri waktu satu minggu kepada Kejari untuk menuntaskan persoalan yang terjadi di Pragaan Daya,” tutur Rahem Tobat.

Tambah Rahem Tobat, jika dalam waktu yang ditentukan tidak ada kejelasan dari Kejari Sumenep. Mereka mempersilahkan Kajari untuk angkat kaki dari jabatannya, dan mereka akan melakukan aksi besar-besaran.

“Apabila tuntutan kami tidak mendapat tanggapan, maka kami akan turun jalan dengan aksi yang lebih besar. Dan kami akan selalu pantau permasalahan ini,” tandas dia.

Setelah sekitar satu jam berorasi, kemudian lima orang perwakilan massa aksi diizinkan masuk ke kantor Kejari Sumenep untuk menyampaikan aspirasinya, ditemui Kasi Intel dan Kasi Pidsus Kejari Sumenep. (And, Tiem)