Dispertahortbun Sumenep Pantau Terus Tetapan Harga Tembakau di Gudang

Sumenep – Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura (Dispertahortbun) Sumenep, Jawa Timur telah lakukan berbagai cara untuk lindungi para petani tembakau dari fluktuasi harga yang dilakukan oleh pihak gudang pabrikan.

Kepala Dispertahortbun, Arif Firmanto, S.TP, M.Si. telah lakukan kordinasi dengan perwakilan gudang pembeli tembakau guna membahas tentang harga tembakau yang ada di Sumenep.

“Kemarin bupati Sumenep sudah memanggil para perwakilan gudang pembelian tembakau dengan berbicara banyak hal yang intinya bagaimana pembelian ini tidak merugikan petani, jadi bapak bupati ini sudah luar biasa sekali untuk melindungi para petani yang ada di Sumenep ini khususnya petani tembakau,” ungkapnya. Selasa 03/09.

Arif menjelaskan, Pemkab Sumenep mengupayakan para petani tidak mengalami kerugian, terus mencari solusi agar penghidupan para petani tembakau makin sejahtera. Ia juga menghimbau pada para petani agar terus menjaga kualitas tembakau. Bagaimanapun juga para pabrikan akan membeli sesuai dengan kualitas nya.

“Kami menghimbau kepada petani jangan tanam di masa sekarang karena otomatis panennya itu di musim hujan. Sehingga akan menjadikan kualitasnya menurun. Karena pabrik itu kan membeli sesuai kualitas,” pungkasnya.

Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Manajer Marketing Djarum, dan akan dipertimbangkan BEP (Break Even Point) untuk di Sumenep.

“Disamping itu, karena tidak mungkin ketika investasi tinggi mereka kan punya hitung-hitungan sendiri. Yang jelas kami dari pemerintah daerah sudah berusaha agar bisa menambah pembelian tembakau yang ada di Sumenep,” jelasnya.

“Djarum kan punya gudang di Pamekasan bagaimana Djarum juga punya gudang di Sumenep. Dan ini sudah saya lakukan. Bahkan juga sudah koordinasikan dengan Dinas Pertanian Kudus serta Djarum disana,” jelasnya pula.

Bahkan, pihaknya juga sudah mengumpulkan para perwakilan gudang yang ada di guluk-guluk, serta perwakilan Wismilak.

“Dan Wismilak akan buka bulan September ini. Termasuk saya sendiri yang sudah turun langsung kelapangan. Dan akan di agendakan lagi bersama kadis Perijinan dan Kepala Disperindag setempat,” terangnya.

“Sehingga saya harapkan BEP atau harga ini paling tidak apa yang diharapkan petani ini balik. Tentunya pemerintah disini akan tetap selalu berupaya bagaimana petani ini sejahtera,” terangnya. (and)