Dinas Pendidikan Jatim Tekankan Kepala Sekolah Harus Inovatif Tingkatkan IPM

Surabaya – Jawa Timur | suaranasionalnews.co.idDinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur mendorong para kepala sekolah berpikir inovatif untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

Sebab kecepatan dalam membaca perkembangan zaman sekaligus menyelesaikan permasalahan pendidikan diperlukan di era global. Di era milenial ini, modernisasi sudah menghadirkan teknologi telekomunikasi dan informasi yang membawa imbas positif maupun negatif. Karena itu kepala sekolah dituntut memiliki pola pikir (culturset) dan budaya (mindset) inovatif.

“Menjadi kepala sekolah saat ini wajib belajar dengan cepat, belajar melihat perkembangan zaman dan berpikir inovatif. Sebab IPM di Jatim harus ditingkatkan, dan Sampang adalah IPM terendah,” tegas Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Dr. Ir. Wahid Wahyudi, MT, Rabu (5/2).

Menurut Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, kepala sekolah yang memahami perkembangan zaman itu mampu menjawab tantangan dan mengembangkan inovasi sejalan dengan arah kebijakan pembangunan SDM melalui pendidikan terutama sektor pendidikan vokasi.

Selama ini berbagai upaya sudah dilakukan guna meningkatkan IPM sebagai bagian penting dalam meningkatkan SDM unggul. Hal itu sesuai lima prioritas pembangunan tahun 2019 sampai 2024, bahwa dua program prioritasnya diantaranya soal pembangunan SDM dan melanjutkan pembangunan infrastruktur.

“Tugas kepala sekolah untuk memetakan siswanya, siapa yang melanjutkan sekolah dan siapa yang kerja,” katanya.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur menekankan kepada para kepala sekolah selain terus berinovasi, juga harus melakukan perubahan lebih baik untuk kemajuan sekolah dan pendidikan di daerahnya. Upaya tersebut sangatlah vital mengingat Pemerintah melalui Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa akan memberikan Kartu Prakerja. Tujuan Kartu Prakerja agar siswa yang tidak melanjutkan ke jenjang pendidikan lebih tinggi dibekali keterampilan melalui Balai Latihan Kerja (BLK) supaya mempunyai bekal untuk hidup di masyarakat.

Di sisi lain, ada tantangan dan permasalahan yang harus diselesaikan diantaranya mengurangi angka kemiskinan, meningkatkan kesehatan masyarakat, memberantas narkoba dan mendongkrak IPM. Terkait penuntasan hal itu, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa membuat terobosan Jatim Cerdas dengan dukungan 37,86% APBD untuk sektor pendidikan dan pengentasan kemiskinan.

“Tugas penting Dinas Pendidikan Jatim adalah membuat terobosan pendidikan SMA, SMK, PKPLK dan peningkatan IPM keberja sama dengan pasantren dan dunia industri,” tuturnya.

(Die/Tim)