Dengan Puskesmas Sebagai BLUD, Mampu Tingkatkan Kualitas dan Pelayanannya Pada Masyarakat

Sumenep – Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumenep, Jawa Timur gelar Workshop terkait penerapan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Senin, 09/09.

Dalam workshop yang dilokasikan pada salah satu hotel di Sumenep, dihadiri oleh sejumlah pejabat teras Pemerintah Kabupaten Sumenep, diantaranya Sekretaris Daerah Kabupaten Sumenep Edy Rasiyadi, Kepala Dinas Kesehatan Agus Mulyono, Kepala Puskesmas se Kab. Sumenep, Kabag Tata Usaha (KTU) serta Bendahara se Kabupaten Sumenep, dan menghadirkan pemateri dari Dinkes Propinsi Jawa Timur (Jawa Timur).

Agus Mulyono, Kadinkes Sumenep dalam sambutannya menjelaskan Puskesmas merupakan unit pelayanan kesehatan paling dekat dengan masyarakat dan perannya sangat strategis.

“Puskesmas berfungsi sebagai pusat kesehatan yang didalamnya terdapat mengenai tentang pusat pelayanan kesehatan tingkat pertama. Dengan menjadikan Puskesmas sebagai BLUD akan menjadikan pelayanan di bidang kesehatan khususnya di puskesmas akan semakin baik dan maksimal,” ungkapnya.

Sedangkan workshop kali ini bertujuan untuk memberikan pemahaman pada Satker terkait regulasi yang diterapkan pada BLUD.

“Untuk mencapai itu maka harus dilakukan upaya-upaya untuk memenuhi kebutuhan masyakarat dengan berdasarkan regulasi yang ada saat ini, intinya untuk memberikan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di Puskesmas pada masyarakat,” tambahnya.

Ia menjelaskan lagi, persiapan BLUD yang dilakukan tersebut dengan mengacu pada PP Nomor 23 tahun 2005 tentang pengelolaan keuangan badan pelayanan umum sebagai mana telah diubah menjadi PP Nomor 74 tahun 2012.

“Disamping itu juga mengacu pada program Bupati No 52 tentang penjabaran BPBD tahun anggaran 2019,” jelasnya.

Sekdakab Sumenep Edy Rasiyadi menambahkan, BLUD merupakan unit kerja pada lapangan kerja perangkat daerah yang di bentuk untuk memberikan pelayanan pada masyarakat berupa penyediaan barang dan jasa yang di buat tanpa profit tetapi pada prinsip-prinsip defisiensinya.

“Dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan masyarakat, sekaligus memajukan dan mencerdaskan. Sehingga nantinya, tidak banyak masyarakat yang dirujuk ke rumah sakit, karena di Puskesmas itu sudah dilakukan pemberian pelayanan kesehatan yang promotif dan preventif. ” jelasnya.

“Yang tentunya juga bagaimana pengolahan SDM dibutuhkan penanganan yang profesional agar semua tupoksinya terlaksana dengan baik sesuai dengan tugas dan perannya masing-masing,” tegas Sekdakab Sumenep. (Ind)