Baru Sebulan Diaspal, Kondisi Jalan Kermata Kini Rusak Kembali

Sumenep, Jatim| suaranasionalnews.co.id Sekalipun telah sering jadi pemberitaan di berbagai media massa, tentang adanya oknum aparat desa yang masuk bui akibat melakukan penyimpangan pada proyek kegiatan yang sumber dananya memakai Dana Desa (DD).

Tidak menyurutkan niat, segelintir oknum dari aparatur desa yang juga sebagai pelaksana kegiatan DD, berbagai cara terus mencari celah agar DD bisa masuk kantong sendiri.

Seperti halnya yang terjadi di Desa Saronggi, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Sejumlah tokoh masyarakat dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) tengah menyoroti adanya dugaan adanya penyimpangan pada pelaksanaan proyek pengaspalan/pengerasan jalan di Dusun Kermata, desa setempat yang mengalokasikan DD sebagai sumber dananya.

Di ungkap Mujidin, salah satu tokoh masyarakatnya di Desa Saronggi pada media ini, ada kejanggalan pada proyek fisik pengaspalan jalan di Dusun Kermata, tepatnya ruas jalan yang menuju areal Asta Gung Sogi. Selasa 07/01/2020.

“Baru sebulan dilakukan pengaspalan, sekarang kondisinya telah rusak parah. Aspalnya banyak yang mengelupas, jika tidak secepatnya diperbaiki maka kondisi jalan tersebut akan bertambah rusak, apalagi saat ini curah hujan sangat tinggi, nantinya faktor cuaca yang dijadikan alasan,” pungkasnya.

Senada dengan pernyataan Mujidin, ditempat dan waktu yang berbeda, Tim Pencari Fakta (TPF) melalui Lasmino, salah satu anggota pengurus daerah (PD) TPF Kabupaten Sumenep mengecam peristiwa tersebut. Kamis 09/01/2020.

Menurutnya, seharusnya pihak Kepala Desa Saronggi, Sudiyanto cepat ambil sikap. Menyegerakan untuk melakukan perbaikan pada jalan tersebut. Karena jika tidak cepat tertangani dikhawatirkan kerusakan ruas jalan akan makin meluas.

“Pihak kepala desa harus cepat menyikapi permasalahan tersebut. Jika tidak cepat diperbaiki, pastinya kerusakan akan meluas, ditambah lagi dengan tingginya curah hujan saat ini,” tegasnya.

Lasmino juga menyatakan, ada dugaan penyimpangan pada kegiatan pembangunan jalan tersebut. Kemungkinan besar pengerjaannya dilakukan secara asal – asalan, tidak sesuai dengan prosedur/juknis pengaspalan jalan.

“Rasanya memang ada penyimpangan, baru bulan kemaren jalan tersebut dilakukan pengaspalan. Sekarang sudah rusak kembali,” tandasnya.

Dugaan adanya penyimpangan makin dikuatkan dengan sikap Kades Sudiyanto yang seakan tidak peduli dengan masalah tersebut, bahkan menurut Lasmino, pihak Kades maupun aparatur desa lainnya selaku pelaksana anggaran DD, selalu menghindar, menolak TPF saat dimintai klarifikasi terkait masalah tersebut.

“Dugaan telah terjadi penyimpangan pada pelaksanaan proyek pengaspalan tersebut makin dikuatkan oleh sikap Kades dan aparaturnya, yang selalu menghindar jika ditanya tentang proyek pengaspalan ruas jalan tersebut,” imbuh Lasmino. (And)