A. Busyro Karim M.SI., Jadikan Haul Akbar Sebagai Pembangkit Semangat Dalam Membangun Kab. Sumenep

Sumenep – Sebagai bentuk penghargaan dan mengenang perjuangan para raja terdahulu, Pemerintah Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, menggelar Haul Akbar dan Ziarah Raja-raja di kompleks Asta Tinggi. Kamis 24/10.

Dalam sambutan Bupati Sumenep, A. Busyro Karim menyampaikan, tujuan utama dari digelarnya Haul Akbar adalah untuk menambah semangat masyarakat dalam meneruskan perjuangan membangun Kabupaten Sumenep.

“Ini merupakan sarana untuk mengingatkan kita akan jasa para raja-raja terdahulu, kita hendaknya mengingat dan bersyukur atas kebaikan para pendahulu kita dan menjadikannya sebagai pelecut spirit (semangat) bagi para pemimpin dan masyarakat, untuk meneruskan perjuangan,” tuturnya. Kamis 24/10.

Ia juga menjelaskan, sesuai dengan sejarahnya, di Kabupaten Sumenep terdapat 35 raja, kesemuanya telah berjuang untuk membesarkan Sumenep, memakmurkan masyarakat sesuai dengan situasi dan kondisi di jamannya.

“Setiap tahunnya wilayah Sumenep terus mengalami perkembangan dan kemajuan, semua ini karena jasa para raja terdahulu dan 15 bupati sebelumnya. Saya yakin mereka semua pasti berjuang sepenuh jiwa nya untuk memajukan Sumenep,” terangnya.

Menurutnya Busyro lagi, raja-raja pemimpin Sumenep terdahulu merupakan sosok raja yang hebat dalam berbagai hal, berpikiran cerdas bahkan ada pula yang berjiwa seni tinggi.

Seperti halnya Raja Arya Wiraraja, ia merupakan sosok raja yang cerdas, dikeppnal sangat ahli dalam menyusun strategi, hingga akhirnya ia pun menjadi bagian dari pengatur strategi di Kerajaan Majapahit, hal itu menunjukkan betapa hebatnya para raja Sumenep terdahulu.

Selain Arya Wiraraja, ada raja lain yang tidak kalah hebatnya, seperti Raja Panembahan Sumolo, atau Raja Natakusuma I. Raja tersebut dikenal sebagai sosok yang memiliki jiwa seni tinggi, dengan beragam karyanya yang luar biasa.

“Dibuktikan dengan berbagai peninggalan beliau (Raja Panembahan Sumolo, Red) yang masih terjaga keasliannya hingga kini, diantaranya adalah Keraton Sumenep dan Masjid Jamik. Bangunan tersebut merupakan hasil karya dari Raja Panembahan Sumolo, gaya arsitektur nya sangat indah dan sarat dengan nilai seni,” ungkapnya.

Oleh karenanya, Busyro sangat berharap pada semua pihak, agar benar-benar meneladani para pemimpin Sumenep terdahulu. Sejarah tentang kehebatan para raja Sumenep merupakan cemeti bagi kita semua untuk meningkatkan semangat, memperluas wawasan guna terus membangun, memajukan Sumenep pada segala bidang.

“Saya harapkan pada semua pihak, agar meneladani para raja terdahulu, jadikanlah mereka sebagai penyemangat dalam memajukan Kabupaten Sumenep,” ujarnya. (Die)