Komisi IV DPRD Sumenep Sesalkan Tanjung Odi Yang Tak Patuhi SE Kemenprin

Sumenep, Jatim| suaranasionalnews.co.id Tercatat sedikitnya ada 10 karyawan yang harus menjalani isolasi mandiri, berstatus reaktif saat menjalani rapid tes massal, yang dilakukan oleh manajemen PT. Tanjung Odi Sumenep, mitra dari Gudang Garam.

Menanggapi hal tersebut, Ahmad Suwaifi Qayyum, salah satu anggota parlemen yang duduk di Komisi IV DPRD Sumenep, Jawa Timur, menegaskan pada pihak manajemen PT. Tanjung Odi Sumenep agar lebih meningkatkan kewaspadaannya, memprioritaskan keselamatan para karyawan dari Pandemi Covid-19.

Sekalipun sebagai perusahaan yang menyerap ribuan tenaga kerja, jadi salah satu tempat rujukan untuk mendapatkan penghasilan bagi warga Sumenep, bukan berarti pihak manajemen PT. Tanjung Odi bisa bersikap semaunya. Pihak perusahaan harus mentaati peraturan atau protokol sesuai dengan Surat Edaran Menteri Perindustrian Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Operasional Pabrik Dalam Masa Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Corona Virus Disease 2019.

“Di tengah situasi pandemi saat ini, PT. Tanjung Odi bertanggung jawab penuh atas keselamatan, kesehatan ribuan tenaga kerja/karyawannya. Aktifitas kerja harus sesuai dengan SE yang telah dikeluarkan oleh Kemenprin waktu lalu. Pekerjaan hilang bisa dicari tapi kalau nyawa hilang mau dicari kemana‚ÄĚ, ujar Qayyum pada tim media ini. Jumat (12/6/2020).

Ditambahkan pula olehnya, Komisi IV DPRD Sumenep telah menggelar rapat kerja dengan Disnakertrans, membahas permasalahan, temuan penyimpangan pada protokol Covid 19 oleh manajemen PT. Tanjung Odi.

“Kita telah menggelar Raker bersama Disnakertrans. Sudah terbit rekomendasi dari Komisi IV, untuk secepatnya menindaklanjuti permasalahan yang ada di Tanjung Odi,” pungkasnya.

(And,Tiem)