Antisipasi Corona, Sudar Resah Gepeng Blusukan Masuk Kampung

Sumenep, Jatim| suaranasionalnews.co.id – Pandemik Coronaviruse Disease (Covid 19) menimbulkan dampak yang sangat luar biasa secara global. Menyerang secara frontal pada semua aspek, memaksa para pemangku jabatan untuk bermanuver dalam membuat suatu kebijakan.

Secara garis besar ada tiga aspek yang pasti akan terjadi perubahan dalam skala besar. Salah satunya adalah aspek lalu lintas orang, dengan adanya Corona Covid 19, semua elemen yang ada di pemerintah, TNI – Polri, Pemkab, dan tokoh masyarakat/ormas mengambil langkah preventif dengan cara Social/Physical Distancing, dihimbau untuk tidak melakukan perjalanan antar kota, isolasi mandiri, bahkan lockdown menjadi solusi terakhir yang harus ditrapkan.

Telah diketahui bersama, himbauan isolasi mandiri telah gencar disuarakan tim petugas covid 19, baik dari TNI – Polri maupun dari Pemerintah Kabupaten Sumenep. Semua masyarakat disarankan untuk tidak melakukan aktifitas diluar rumah.

“Bahkan Kapolri telah mengeluarkan Maklumat yang berkaitan dengan social/physical distancing, hal tersebut merupakan salah satu antisipasi dalam penyebaran virus corona,” pungkas Sudaryono, salah satu tokoh masyarakat di Desa Pamolokan.

Menurut Sudar, hal tersebut akan bisa terlaksana jika ada kesadaran ataupun dukungan dari semua elemen tingkat pemerintahan dan pastinya dari masyarakat sendiri.

“Memang benar adanya, TNI – Polri, Pemkab Sumenep bersinergis untuk selalu melakukan pemeriksaan pada lokasi yang kerap menjadi tempat berkumpulnya warga. Bahkan telah disiagakan sejumlah Posko Covid 19 di lokasi perlintasan antar kabupaten, terus memantau, mengecek para warga pendatang yang akan masuk ke wilayah Kabupaten Sumenep,” ujarnya.

Namun, ada satu celah yang mungkin terlupakan oleh banyak pihak. Disepelekan padahal juga memiliki potensi besar untuk menyebarkan virus corona. Di berbagai wilayah Kabupaten Sumenep, terutamanya untuk kota, masih banyak dijumpai gelandangan atau pengemis (Gepeng) yang berjalan door to door ataupun mangkal di areal perbelanjaan.

“Para Gepeng biasanya akan belusuk masuk ke kampung-kampung, berinteraksi dengan warga yang notabene melakukan social/physical distancing,” katanya.

Diharapkan olehnya, agar instansi terkait yang memiliki tugas untuk menangani permasalahan gelandangan atau pengemis cepat bertindak. Apalagi saat ini masih dalam status antisipasi penyebaran virus corona, sedikit banyak keberadaan gepeng telah mulai meresahkan warga.

“Kami sangat mengharapkan, Instansi terkait seperti Dinas Sosial Sumenep atau Satpol PP cepat bertindak untuk lakukan penertiban. Kita tidak mengetahui para gepeng berasal dari mana, kondisi kesehatannya bagaimana,” tambahnya. (And)