Terbukti Maen Sabu, WYD Warga Sambakati Masuk Bui

Sumenep, Jatim| suaranasionalnews.co.id Kepolisian Resort (Polres) Sumenep melalui Jajaran Polsek Kangayan kembali berhasil meringkus seorang pelaku Lahgun (penyalahgunan) Narkotika jenis Sabu. Warga asal Desa Sambakati, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Minggu 05/04/2020.

Dituturkan oleh AKP. Widiarti S. SH., Kasubag Humas Polres Sumenep pada media ini, diawali dengan adanya laporan dari masyarakat yang menyebutkan bahwa, pemuda asal Sambakati dengan Inisial WYD (29) kerap pesta narkoba jenis sabu. Yang kemudian ditindak lanjuti dengan penyelidikan dan pengintaian intensif oleh petugas.

“Sekira pukul 18.20 WIB, petugas Polsek Kangayan menerima informasi akurat, bahwa pelaku sedang menuju kearah Desa Torjek, Kecamatan Kangayan dan tengah mengantongi sabu. Yang kemudian ditindak lanjuti petugas dengan melakukan pengejaran pada tersangka,” ujarnya. Selasa 07/04/2020.

Tak ingin buruannya lepas, Kanit Reskrim Polsek Kangayan, Aipda Joko Dwi HP, S.H di dampingi sejumlah anggotanya langsung melakukan penyanggongan, tepat di Pos Perhutani BKPH Kangean Timur, Dusun Paregi, Desa Torjek akhirnya tersangka berhasil diamankan.

“Saat dilakukan penangkapan, pelaku mencoba untuk mengecoh petugas dengan cara membuang bb. Namun petugas mengetahui hal tersebut, dan ditemukan sebuah bungkusan di tanah. Setelah dilakukan pengecekan ternyata bungkusan tersebut berisi satu klip plastik kecil yang didalamnya terdapat Narkotika jenis Sabu,” terang Widi lagi.

Aipda Joko Dwi HP. SH., Kanit Reskrim Polsek Kangayan menambahkan, dari hasil penyidikan pada WYD, petugas juga melakukan pemeriksaan terhadap MW, warga desa yang sama, disebut-sebut oleh WYD sebagai penjual dari sabu miliknya.

“Kita lakukan dan berhasil menjumpai MW di rumahnya. Saat dilakukan penggeledahan pada rumah, tidak ditemukan narkoba sama sekali. Saat ini WYD bersama barang buktinya telah kita amankan di Makopolsek Kangayan. Dan Pasal yang diterapkan pada pelaku adalah Pasal 112 ayat 1 Subs Pasal 114 Ayat 1 UU RI No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika,” pungkas Joko. (Die)