Telah Memenuhi Semua Unsur, Tim Satreskrim Polres Sumenep Siap Tindak Lanjuti Perkara Ijazah Aspal Maskon

Sumenep, Jatim| suaranasionalnews.co.id Berbagai cara dilakukan oleh Mohammad Maskon guna memuaskan hasrat ambisinya untuk jadi orang nomor satu di Desa Padangdangan, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Tak peduli sekalipun jalan yang ditempuhnya merupakan pelanggaran hukum, merugikan serta mengelabui masyarakat banyak.

Hal tersebut diungkap oleh Nurhasan, salah satu tokoh masyarakat di Desa Padangdangan pada media ini. “Agar bisa lolos seleksi di Persyaratan Administrasi Pemilihan Kepala Desa Padangdangan, Maskon secara sengaja melampirkan/menggunakan Ijazah Paket A setara SD yang Aspal (Asli Tapi Palsu). Satu hal yang nyata-nyata telah melanggar hukum,” pungkas Nurhasan.

Pelanggaran yang dilakukan Mohammad Maskon makin terlihat jelas saat Dinas Pendidikan secara resmi mengirimkan surat pemberitahuan pada pada Panitia Pilkades Padangdangan Nomor : 420/1822/435.101.2/2019, yang menyatakan bahwa Ijazah Paket A setara SD milik Mohammad Maskon yang digunakan sebagai Persyaratan Administrasi Seleksi Pemilihan Kepala Desa Padangdangan tidak ada dalam Data Nominasi Pelulusan yang dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan (Disdik) tahun 1998.

Sebagai salah satu pihak yang merasa sangat dirugikan, Muh Hasin salah satu Cakades di Pilkades 2019 Padangdangan, didampingi Saiful Anwar SH, MH., selaku kuasa hukumnya, melaporkan Mohammad Maskon ke Polres Sumenep.

“Nah, Berdasarkan Surat Pemberitahuan dari Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumenep diatas, kami melaporkan saudara Mohammad Maskon ke Polres Sumenep atas dugaan tindak pidana pemalsuan Surat-Surat berupa Ijazah Paket A setara SD dengan nomor register Ijazah PA 003303.4, dalam Pemilihan Kepala Desa Padangdangan tahun 2019 yang digelar bulan November kemarin,” Kata Saiful pada sejumlah media di Satreskrim Polres Sumenep. Senin (23/12).

Dijelaskan pula oleh Saiful, pihak Polres telah resmi menerima laporan Muh Hasin, tertuang pada Surat Laporan Polisi Nomor : LP/227/XII/2019/JATIM/RES SMP, tanggal 23 Desember 2019, Mohammad Maskon dilaporkan atas dugaan Tindak Pidana Memalsukan Surat-Surat dalam Pemilihan Kepala Desa Padangdangan, periode tahun 2019-2025, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 263 KUH Pidana.

Yang kemudian dilanjutkan dengan proses penyidikan pada BAP si pelapor. Didapati kejanggalan pada catatan keputusan Panitia Pilkades Padangdangan terkait persyaratan Administrasi Mohammad Maskon, tertera yang bersangkutan menggunakan Ijazah Paket C setara SMA. Sedangkan Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep mengeluarkan surat pemberitahuan yang menyatakan Ijazah Paket A setara SD milik terlapor bermasalah.

“Dalam aturan main pada pendaftaran administrasi, semua Ijazah Asli dari Ijazah Paket A, Paket B dan Paket C semuanya kan harus dilegalisir. Ijazah Paket A milik si terlapor bermasalah, tidak menutup kemungkinan untuk Ijazah di jenjang selanjutnya ikut pula bermasalah. Selain itu, semua semua Cakades harus tahu terkait Ijazah asli milik masing-masing Cakades, dan dari hasil penyidikan atau BAP pelapor, di sebutkan si pelapor tidak pernah melihat ataupun mengetahui ijazah paket A milik terlapor,” ujar Saiful panjang lebar.

Ditegaskan pula olehnya, Kasus dugaan Ijazah Palsu milik terlapor itu faktanya sudah sangat jelas, bahkan menurut pendapatnya perkara tersebut sudah memenuhi unsur. Tinggal ditindaklanjuti pada semua pihak terkait.

“Saya mengapresiasi kinerja Unit Pidum Satreskrim Polres Sumenep yang telah berikan pelayanan terbaiknya pada kami, dan saya harapkan pada tim penyidik untuk secepatnya menindak lanjuti perkara ini. Karena menurut saya semuanya sudah jelas di depan mata, semua unsur telah terpenuhi,” pungkas Saiful Anwar SH. MH. (And)