Satlantas Polres Sumenep Gelar Ops. Zebra Semeru 2019 Gabungan Lintas Sektoral

Sumenep, Jatim – Guna mempermudah proses penyelesaian bagi masyarakat yang terjaring Operasi Zebra Semeru 2019, Satlantas Polres Sumenep gelar Ops Gabungan yang terdiri dari beberapa elemen yang ada di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Senin 04/11.

Dalam kesempatan tersebut Satlantas bersama Polisi Militer (PM) Kodim 0827 Sumenep, Dinas Perhubungan (Dishub) Sumenep, dan Dinas Pendapatan Daerah Kab. Sumenep gelar Operasi Zebra Semeru 2019 di jalan trunojoyo km 1.

KBO Satlantas Polres Sumenep IPTU Maliyanto menyampaikan, pihaknya sengaja melakukan operasi gabungan dengan menyertakan Samsat Keliling, hingga diharapkan bagi masyarakat yang pajak kendaraannya telah mati bisa di proses langsung melalui Samsat Keliling (Samling).

“Dengan Ops. Gabungan Zebra Semeru 2019, akan mempermudah masyarakat dalam memproses perpanjangan surat surat kendaraannya,” ungkapnya.

Sedangkan untuk pelanggaran yang paling dominan adalah melawan arus, tidak menggunakan helm, tidak menunjukkan SIM, tidak membawana STNK, pajak kendaraannya mati.

“Pelanggaran yang dominan kita tindak adalah melawan arus, tidak menggunakan helm, tidak menunjukkan SIM, tidak membawana STNK, pajak kendaraannya mati,” pungkas IPTU Maliyanto.

Pihak Satlantas Polres Sumenep berkali-kali telah lakukan sosialisasi atau penyuluhan melalui berbagai media, baik elektronik, Medsos, media cetak, media online guna memberikan warning kepada masyarakat agar mematuhi segala peraturan lalu lintas dan melengkapi segala kelengkapan kendaraannya.

“Dengan berbagai cara, kami telah memberikan penyuluhan kepada masyarakat, komunitas otomotif, bahkan pada komunitas Ojek. Kegiatan operasi Zebra Semeru ini bukan hanya stasioner namun hunting sistem (perorangan),” ungkapnya.

Maliyanto juga berharap kepada semua orang tua atau wali murid bahkan kepada kepala Sekolah hendaknya melarang penggunaan kendaraan bermotor pada anak di bawah umur, atau yang belum mempunyai SIM.

“Banyak kita dapati pelanggaran yang dilakukan oleh anak di bawah umur, berkendara tanpa memperhatikan tata tertib lalu lintas. Bagaimanapun juga, penyebab utama terjadinya laka lantas adalah tidak mematuhi peraturan Lantas saat berkendara,” tegasnya. (Die)