Saiful Anwar SH. MH., Tegaskan Ketua Panitia Pilkades Padangdangan Harus Kooperatif

Sumenep, Jatim| suaranasionalnews.co.id Seperti yang diberitakan sebelumnya, Kepala Desa Padangdangan, Muhammad Maskon pernah tersandung kasus penggunaan ‘ijazah palsu’ yang diduga kuat dilakukannya pada Pilkades periode sebelumnya. Dan kasus tersebut sempat dilaporkan oleh masyarakat setempat pada jajaran Polsek Pasongsongan. Namun berkas jalan ditempat tanpa ada realisasi petugas kala itu.

Setelah sembilan tahun, diduga Maskon kembali mengulangi hal yang serupa. Memanipulasi berkas dalam penyeleksian administrasi Pilkades Serentak Kabupaten Sumenep tahun 2019.

Hal tersebut mendapat reaksi keras dari berbagai pihak, terutamanya dari Muh Hasin, yang juga sebagai salah satu Cakades di Desa Padangdangan, Kecamatan Pasongsongan Kabupaten setempat.

Melalui kuasa hukumnya, Saiful Anwar, SH., MH kembali melaporkan permasalahan tersebut pada pihak Polres Sumenep, tepatnya tertanggal 23 Desember 2019 lalu, dan berimbas akan menyeret oknum Ketua Panitia Pilkades Padangdangan yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.

Saiful Anwar, SH., MH kepada media mengatakan, H. Sahlan, selaku Ketua Panitia Pilkades Padangdangan diduga kuat tidak netral dalam menjalankan tahapan-tahapan Pemilihan Kepala Desa Padangdangan, bahkan terkesan cenderung berpihak kepada terlapor.

“Sehingga dalam waktu dekat ini Penyidik Polres Sumenep akan memanggil Ketua Panitia Pilkades Padangdangan, H. Sahlan yang telah meloloskan terlapor sebagai Calon Kepala Desa (Cakades) Padangdangan, dan kemarin yang bersangkutan sudah menerima surat pemanggilan dari Penyidik Polres Sumenep,” ungkap Saiful Anwar. Rabu (08/01).

Saiful tekankan pada H. Sahlan, Ketua Panitia Pilkades Padangdangan agar bersikap kooperatif dan memberikan keterangan yang sebenar-benarnya kepada penyidik Polres Sumenep.

“Saya himbau pada H. Sahlan agar kooperatif, karena kalau sampai berkelit apalagi sampai memberikan keterangan palsu, dampak hukumnya sudah sangat jelas,” tegasnya.

Bukan itu saja, Saiful juga harapkan pada penyidik agar segera melakukan pemanggilan dan pemeriksaan terhadap terlapor, yaitu Muhammad Maskon serta oknum pejabat Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep yang dengan sengaja telah melegalisir ijasah milik terlapor.

“Untuk edisi selanjutnya saya berharap penyidik Polres Sumenep melakukan pemanggilan terhadap terlapor, dan yang terakhir adalah oknum Pejabat Dinas Pendidikan Sumenep agar kasus ini bisa secepatnya dilakukan gelar perkara,” harapnya.

Dikatakan Saiful, berdasarkan SP2HP yang dikirimkan oleh Polres Sumenep kepada pelapor, pada tanggal 06 Januari 2020 memberitahukan, pada tanggal 31 Desember 2019 Penyidik Polres Sumenep telah melakukan pemeriksaan terhadap tiga orang saksi termasuk didalamnya adalah saksi pelapor.

“Langkah-langkah penyidik dari tanggal 23 sampai 31 Desember 2019 telah meminta keterangan dari tiga orang saksi, yaitu Nur Hasan, Misnari dan juga Muh. Hasin,” imbuhnya. (Die/Tiem)